Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Banyak Pengunjung dari Luar Negeri, Pemprov Jabar Berencana Tutup Museum Gedung Sate

Banyak Pengunjung dari Luar Negeri, Pemprov Jabar Berencana Tutup Museum Gedung Sate Gedung Sate. Liputan6.com ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Menyeruaknya kasus virus corona di Jawa Barat dan Jakarta beberapa hari belakangan menyebabkan terganggunya beberapa area publik yang biasa digunakan sebagai destinasi wisata. Salah satunya Museum Gedung Sate yang berada di Bandung, Jawa Barat.

Dilansir dari antaranews.com, Kepala Biro Umum Setda Jawa Barat, Iip Hidayat mengatakan bahwa pihaknya berencana akan menutup akses destinasi di Gedung Sate mengingat saat ini Provisi Jawa Barat sedang Siaga 1 virus corona.

Berkoordinasi dengan Gubernur

Sebelum melaksanakan penutupan tersebut, pihaknya juga akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan pimpinan terkait rencana penutupan Museum Gedung Sate melalui pembahasan dalam rapat.

"Jadi belum ditutup. Kami mau melapor siang ini ada rapat dengan gubernur. Cuma, kami menyiapkan langkah antisipatif kemungkinan ditutup. Karena apa? Pengunjung ke sana tidak hanya dari dalam negeri, tetapi luar negeri juga banyak," kata Iip.

Jawa Barat Siaga Satu

Sebelumnya Iip Hidayat menjelaskan bahwa rencana penutupan Gedung Sate itu muncul setelah Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan Jabar Siaga Satu corona tipe baru COVID-19 beberapa hari lalu.

Langkah Antisipatif

Menurut Iip, jika nantinya Gedung sate tidak jadi ditutup pihaknya tetap akan melakukan langkah antisipatif dengan memasang cairan antiseptik (handsanitaizer) dan mengecek suhu tubuh untuk para pengunjung.

"Kalau pun dibuka, tentunya kita selektif. Artinya, yang agak sakit harus dicek. Yang sehat juga SOP-nya cuci tangan, dan dideteksi suhu badannya. Baru bisa masuk," Ujarnya.

Selain itu pihaknya juga akan memasang hand sanitaizer tadi di seluruh akses pintu masuk dan keluar di Gedung Sate dan Gedung Gedung yang dikelola pemda seperti Gedung Pakuan, Gedung Merdeka, Saparua, rumah dinas, dan semua tempat yang terkait yang dikelola pemda.

Menyiapkan Poliklinik

Iip juga menambahkan bahwa tingkat pencegahan berikutnya ialah dengan menyiapkan layanan poliklinik di Gedung Sate, mengingat terdapat kurang lebih 1000 orang yang hilir mudik di lingkungan Gedung Sate, mulai dari PNS, pegawai, pengunjung dan lain lain.

"Langkah antisipatif berikutnya adalah, khusus di Gedung Sate, kami punya poliklinik, ada dokter. Mungkin sewaktu-waktu kita akan keliling untuk memantau kalau-kalau ada memiliki gejala (COVID-19)," kata Iip.

(mdk/nrd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP