Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Bank Emok, Renterir Emak-emak yang Meresahkan Masyarakat Desa di Jawa Barat

Mengenal Bank Emok, Renterir Emak-emak yang Meresahkan Masyarakat Desa di Jawa Barat Ilustrasi uang. ©2014 Merdeka.com/shutterstock.com/Anggaradedy

Merdeka.com - Profesi rentenir biasanya identik dengan seorang laki-laki. Namun di wilayah selatan Jawa Barat, rentenir didominasi oleh kalangan emak-emak alias ibu-ibu. Mereka biasa disebut sebagai bank emok yang dikenal kejam dan memaksa saat menagih pinjaman kepada masyarakat.

Bank emok biasanya memberikan pinjaman kepada masyarakat dengan bunga yang sangat tinggi. Sasaran utama mereka adalah ibu-ibu rumah tangga yang sedang berkumpul di wilayah pedesaan.

Bank Emok akan memberikan pinjaman kepada ibu-ibu di desa dengan besaran dana Rp1 juta hingga Rp 5 juta.

Istilah Bank Emok

Istilah bank emok sendiri berasal dari bahasa Sunda yang artinya ibu-ibu pemberi uang yang duduk bersimpuh dengan kedua kaki dilipat ke belakang.

Istilah tersebut populer lantaran sistem transaksi yang dilakukan oleh bank emok dengan duduk secara lesehan di tempat tempat khusus seperti poskamling atau teras rumah warga.

Meminjamkan uang Kepada Kelompok Ibu-Ibu

Menurut informasi yang dilansir dari Boombastis, bank emok tidak akan meminjamkan uang kepada perseorangan melainkan hanya kepada kelompok ibu-ibu. Ketika terjadi penumpukan bunga yang harus dibayarkan maka kelompok tersebut yang akan menanggungnya secara bersama.

Begitupula ketika ada salah seorang anggota dari kelompok tersebut mengalami kendala finansial untuk membayar bunga, maka kelompok tersebut juga akan berpatungan membayarnya.

Memiliki Syarat yang Mudah

china

Ilustrasi KTP

Dikutip dari Galamedia, syarat untuk meminjam atau bertransaksi dengan emak-emak bank berjalan tersebut cukup mudah.

Setiap kelompok ibu-ibu di desa tersebut hanya diwajibkan menyerahkan fotocopy KTP per orang, setelah itu bank emok akan langsung mencairkan uangnya sesuai pinjaman dan dalam jangka tertentu.

Meneror Masyarakat Desa

Meski memudahkan masyarakat untuk mendapatkan uang, keberadaaan bank emok perlu diwaspadai karena sistem penarikan uangnya yang terkesan memaksa dan meneror di waktu-waktu yang tidak tepat.

Dilansir dari Ayobandung, salah seorang warga Kampung Kepuh, RT 02/11, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat bernama Rohayati (47) mengungkapkan bahwa dirinya pernah menjadi korban dari teror bank emok.

Walaupun dirinya tidak pernah meminjam uang, namun seringkali bank emok datang ke rumahnya dengan mengetuk pintu pada tengah malam untuk menanyakan data dan meminta diantar ke alamat warga yang meminjam uang ke bank emok tersebut.

"Saya paling sering ditanya alamat sama penagih. Bahkan malam-malam pernah digedor juga minta diantar ke rumah ibu-ibu yang pinjam uang dan belum bayar," ujar Rohayati.

Meresahkan Warga

Menurut Rohayati, banyak dari tetangganya kerap bersembunyi di sawah, ladang hingga ke luar desa agar bisa terhindar dari teror bank emok yang dianggap meresahkan warga setempat.

"Kebanyakan ibu-ibu sembunyinya di kebun, sawah atau pergi ke luar desa sini," tutur Rohayati.

Sementara itu Asep Rohman selaku ketua RT di wilayah tersebut mengakui jika di wilayahnya banyak terdapat warga yang kini dikejar oleh penagih dari bank emok. Asep mengungkapkan total terdapat 8 orang warga yang telah terjerat utang.

"Iya ada yang bilang buat sekolah atau buat usaha, tapi ternyata malah dipakai foya-foya. Itu pun mereka enggak bilang ke suami, jadi pas tidak bisa membayar dan bunganya makin besar lalu ditagih ke rumah, suaminya kaget. Setahu saya ada 8 orang, tapi mungkin lebih," kata Asep dilansir dari ayobandung.

(mdk/nrd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP