Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bacaan Doa Qunut Subuh beserta Artinya, Ini Pandangan Para Imam Mahzab

Bacaan Doa Qunut Subuh beserta Artinya, Ini Pandangan Para Imam Mahzab Muslim Irak berolahraga seusai salat subuh. ©REUTERS/Ako Rasheed

Merdeka.com - Keberagaman umat muslim di Indonesia menciptakan adanya perbedaan cara pelaksanaan ibadah di masyarakat, termasuk ketika salat. Salah satu yang hingga kini masih sering dibicarakan adalah masalah qunut di waktu salat subuh.

Bagi beberapa orang, qunut subuh adalah amalan sunnah. Namun ada juga yang merasa salatnya masih belum lengkap jika tidak melaksanakan qunut. Pendapat yang lebih kuat yaitu bahwa qunut pada salat fardhu tidak disyari’atkan, kecuali pada saat nawazil (kaum muslimin tertimpa musibah).

Berqunut atau pun tidak, jangan sampai masalah ini mengganggu kehidupan beragama dan bermasyarakat. Jika Anda melaksanakan salat berjemaah, maka ikutilah imam. Jika imamnya membaca qunut, maka ikutlah membaca qunut bersamanya. Jika imamnya tidak berqunut, maka janganlah berqunut.

Ibnu Taimiyyah rahimahullah juga menjelaskan tentang masalah qunut ini:

"Seyogyanya bagi seorang makmum mengikuti imam di dalam perkara yang boleh di dalamnya berijtihad, kalau imam qunut maka dia qunut, kalau imam meninggalkan qunut maka dia tidak qunut." (Majmu Al-Fatawa 23/115).

Meskipun Anda tidak terbiasa membaca qunut saat salat subuh, tidak ada salahnya juga untuk mengetahui bacaan doa qunut subuh. Doa qunut subuh ini dibaca sebelum sujud pada rakaat terakhir, tepatnya saat posisi berdiri dalam gerakan I'tidal. Berikut kami sampaikan bagaimana bacaan doa qunut subuh beserta dengan artinya.

Doa Qunut Subuh saat Salat Berjemaah

Berikut adalah bacaan doa qunut subuh jika Anda melaksanakan salat berjemaah:

Allaahummahdinaa fii man hadaiit, wa aafinii fii man aafaiit, wa tawallanii fi man tawallaiit, wa baarik lii fiimaa a'thaiit. Wa qinii syarra maa qadhaiit. Fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa 'alaiik. Innahu laa yadzillu maw waalaiit.

Wa laa ya'izzu man 'aadaiit. Tabaarakta rabbanaa wa ta'aalait. Fa lakal-hamdu 'alaa maa qadhaiit, Astaghfiruka wa atuubu ilaik wa shallallahu 'ala sayyidina muhammadin nabiyyil ummuyyi wa 'alaa aalihii wa shahbihii wa sallam.

Artinya:

"Ya Allah, berilah kami petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan seperti orang yang telah Engkau beri kesehatan. Pimpinlah aku bersama-sama orang-orang yang telah Engkau pimpin. Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau pimpin.

Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau berikan kepadaku. Dan peliharalah aku dari kejahatan yang Engkau pastikan. Karena sesungguhnya Engkau-lah yang menentukan dan tidak ada yang menghukum (menentukan) atas Engkau. Sesungguhnya tidaklah akan hina orang-orang yang telah Engkau beri kekuasaan.

Dan tidaklah akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Berkahlah Engkau dan Maha Luhurlah Engkau. Segala puji bagi-Mu atas yang telah Engkau pastikan. Aku mohon ampun dan tobat kepada Engkau. Semoga Allah memberi rahmat dan salam atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW beserta seluruh keluarganya dan sahabatnya."

Doa Qunut Subuh saat Sholat Sendiri

Berikut adalah bacaan doa qunut subuh jika Anda melaksanakan salat secara munfarid atau sendiri:

Allaahummahdinii fii man hadaiit, wa aafinii fii man aafaiit, wa tawallanii fi man tawallaiit, wa baarik lii fiimaa a'thaiit. Wa qinii syarra maa qadhaiit. Fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa 'alaiik. Innahu laa yadzillu maw waalaiit.

Wa laa ya'izzu man 'aadaiit. Tabaarakta rabbanaa wa ta'aalait. Fa lakal-hamdu 'alaa maa qadhaiit, Astaghfiruka wa atuubu ilaik wa shallallahu 'ala sayyidina muhammadin nabiyyil ummuyyi wa 'alaa aalihii wa shahbihii wa sallam.

Artinya:

"Ya Allah, berilah aku petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan seperti orang yang telah Engkau beri kesehatan. Pimpinlah aku bersama-sama orang-orang yang telah Engkau pimpin. Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau pimpin.

Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau berikan kepadaku. Dan peliharalah aku dari kejahatan yang Engkau pastikan. Karena sesungguhnya Engkau-lah yang menentukan dan tidak ada yang menghukum (menentukan) atas Engkau. Sesungguhnya tidaklah akan hina orang-orang yang telah Engkau beri kekuasaan.

Dan tidaklah akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Berkahlah Engkau dan Maha Luhurlah Engkau. Segala puji bagi-Mu atas yang telah Engkau pastikan. Aku mohon ampun dan tobat kepada Engkau. Semoga Allah memberi rahmat dan salam atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW beserta seluruh keluarganya dan sahabatnya."

Qunut dalam Pandangan Empat Mazhab

Pendapat imam madzhab tentang masalah qunut ini kami jabarkan sebagai berikut:

  • Ulama Malikiyyah: Mereka berpendapat bahwa tidak ada qunut kecuali pada sholat subuh saja. Tidak ada qunut pada sholat witir dan sholat lainnya.
  • Ulama Syafi’iyyah: Mereka berpendapat bahwa tidak ada qunut dalam sholat witir kecuali ketika separuh akhir dari bulan Ramadhan. Dan tidak ada qunut dalam sholat lima waktu yang lainnya selain pada sholat subuh dalam setiap keadaan (baik kondisi kaum muslimin tertimpa musibah ataupun tidak). Qunut juga berlaku pada selain subuh jika kaum muslimin tertimpa musibah (yaitu qunut nazilah).
  • Ulama Hanafiyyah: Disyariatkan qunut ketika sholat witir. Tidak disyariatkan qunut pada sholat lainnya kecuali pada saat nawaazil, yaitu jika kaum muslimin tertimpa musibah, namun qunut nawaazil ini hanya pada sholat shubuh dan yang membaca qunut adalah imam, lalu diaminkan oleh jamaah dan tidak ada qunut jika sholatnya munfarid (sendirian).
  • Ulama Hanabilah (Hambali): Mereka berpendapat bahwa disyari’atkan qunut dalam witir. Tidak disyariatkan qunut pada sholat lainnya kecuali jika ada musibah yang besar selain musibah penyakit. Pada kondisi ini imam atau yang mewakilinya berqunut pada sholat lima waktu selain sholat Jumat.
  • (mdk/ank)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP