Akibat Pergaulan, Ini 5 Fakta Remaja di Cirebon yang Bergabung ke Geng Motor

Selasa, 31 Mei 2022 12:12 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Akibat Pergaulan, Ini 5 Fakta Remaja di Cirebon yang Bergabung ke Geng Motor Gelar perkara geng motor di Cirebon. ©2022 Liputan6/Merdeka.com

Merdeka.com - Kepolisian di Cirebon, Jawa Barat, terus melakukan pemberantasan terhadap aktivitas geng motor yang meresahkan masyarakat. Dari anggota geng yang tertangkap beberapa waktu lalu, terungkap jika pergaulan menjadi pemicu ketertarikan remaja untuk bergabung ke kelompok tersebut.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Cirebon, Kompol Anton mengatakan dalam enam bulan terakhir telah terjadi 11 peristiwa kekerasan yang melibatkan anggota geng motor, dengan rata-rata para pelakunya masih berusia belasan tahun.

"Dari awal tahun sampai saat ini ada 11 peristiwa (tindak pidana) yang melibatkan geng motor," terang Anton, saat gelar perkara kasus. Jumat (27/5) lalu, dikutip dari Antara.

2 dari 5 halaman

Pengaruh Lingkungan Pergaulan

TR (17), salah satu anggota geng motor dan pelaku kekerasan di Cirebon yang tertangkap mengatakan motifnya bergabung ke kelompok tersebut lantaran pengaruh pergaulan di lingkungannya.

Selama menjadi anggota geng motor bernama XTC itu, TR mengaku kerap melakukan tawuran sesama geng motor lainnya. Menurutnya, ketika bendera atau atributnya berbeda, maka termasuk musuh dari kelompoknya.

"Kalau benderanya lain, itu adalah musuh, sehingga sering terlibat tawuran," kata TR.

Selain TR, terdapat juga S yang merupakan anggota dari kelompok motor RPM. Tak jauh berbeda, S juga mengaku tertarik karena berawal dari pergaulan di lingkungannya.

3 dari 5 halaman

Kekerasan Juga Menyasar Warga

Tindakan yang dilakukan oleh TR dan S diketahui didukung oleh rekan-rekannya di kelompok tersebut. Kondisi demikian membuat kejadian itu mengganggu ketertiban di masyarakat dan terus terulang

Dari pengakuannya, ketika beroperasi di jalanan para pelaku geng motor tidak hanya menyasar sesama kelompok lain. Mereka juga menyasar warga biasa. Parahnya, pernah ada korban yang meninggal dunia.

gelar perkara geng motor di cirebon

Gelar perkara geng motor di Cirebon ©2022 Liputan6/Merdeka.com

Terungkap juga, jika media sosial ikut berperan dalam aktivitas para geng motor yang beroperasi di wilayah Cirebon itu. Mereka saling menantang di media sosial, hingga berujung tawuran antar geng.

Tak jarang, provokasi juga datang dari akun-akun pribadi melalui kegiatan siaran langsung. Setelah tantangan direspons, mereka bersepakat bertemu di satu tempat. Biasanya, mereka menggunaan beberapa senjata yang digunakan para anggota geng, seperti senjata tajam, bom Molotov, batu, sampai bambu.

4 dari 5 halaman

Remaja Perlu Diawasi

Sementara, Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Cirebon terus berupaya melakukan pencegahan melalui sosialisasi ke sekolah sampai desa.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Cirebon Fifi Sofiah mengatakan, di masa pencarian jati diri sebaiknya remaja tetap diawasi. Tindakan preventif ini penting, sehingga masa tersebut bisa diisi dengan hal yang positif dan terhindar dari kegiatan yang merugikan banyak pihak.

"Orang tua mempunyai peranan penting untuk mengawasi anak-anaknya yang sedang mencari jati diri, jangan sampai salah pergaulan, dan terjerumus serta bergabung dengan geng motor," katanya.

5 dari 5 halaman

Lakukan Pesta Miras di Markas

Kepolisian Resor Kota Cirebon masih akan memberantas unsur-unsur geng motor yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Upaya pembersihan juga menyasar rumah-rumah yang dijadikan markas.

Dari salah satu penggerebekan, diciduk 44 anggota dari berbagai kelompok yang bermarkas di Cirebon timur hingga barat. Di markas itu pula, mereka melakukan siaran untuk memancing musuh tawuran

Selain itu, mereka juga melakukan pesta minuman keras, bahkan beberapa di antaranya ada yang mengonsumsi obat-obatan terlarang.

"Kami saat ini sedang melakukan pemberantasan, penyisiran, sekaligus juga pembersihan geng motor yang ada di Kabupaten Cirebon," kata Kapolresta Cirebon Kombes Pol Arif Budiman.

Arif menambahkan, jajarannya akan melakukan pembersihan geng motor dengan dua cara, yakni menangkap yang sedang konvoi maupun yang berada di markas.

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini