9 Cara Mencegah Penularan Virus Corona Pada Lansia, Mudah Dipraktikkan

Kamis, 2 April 2020 19:00 Reporter : Novi Fuji Astuti
9 Cara Mencegah Penularan Virus Corona Pada Lansia, Mudah Dipraktikkan Ilustrasi lansia. ©Shutterstock/Lisa F. Young

Merdeka.com - Virus Corona dapat menyebabkan masalah pada kesehatan manusia. Corona dapat menyebabkan infeksi pernapasan dan berujung pada pneumonia. Gejala klinisnya hampir mirip dengan flu pada umumnya. Virus Corona yang paling baru bernama Covid-19. Virus ini dengan sekejap berhasil jadi pandemi, menular kepada orang lain dalam waktu cukup cepat.

Covid-19 dikabarkan lebih berbahaya dan mudah terpapar kepada orang lanjut usia (lansia). Meski faktanya orang-orang terpapar virus Corona berasal dari beragam usia. Dalam hal ini lansia yang dimaksud adalah mereka yang berusia 60 tahun ke atas.

Penyebaran Covid-19 juga akan lebih mudah bila ada kombinasi, seperti lansia yang memiliki riwayat penyakit tertentu, yakni penyintas kanker, pengidap darah tinggi, penyakit jantung, penyakit paru, dan diabetes.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), orang tua atau orang dengan kondisi medis yang sudah ada penyakit bawaan sebelumnya seperti diabetes atau kanker paru-paru rentan terinfeksi oleh virus corona karena kekebalan mereka yang lebih rendah. Tak heran bila mereka membutuhkan penjagaan yang lebih ekstra.

Berikut ini ada 9 cara mencegah penularan virus Corona pada lansia yang mudah dipraktikan telah dirangkum merdeka.com melalui berbagai sumber.

1 dari 9 halaman

1. Selalu menjaga kebersihan

ilustrasi cuci tangan

Pixabay

Selalu menjaga kebersihan merupakan kunci utama untuk semua orang yang ingin terhindar dari Corona. Cara ini tak terkecuali juga harus dilakukan oleh lansia. Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun, gunakan air mengalir selama 20 detik.

Selain itu, pastikan pula rumah selalu dalam keadaan bersih. Jangan lupa bersihkan juga dengan disinfektan secara teratur. Terutama pada bagian atau benda yang kerap dipegang, seperti barang elektronik, pegangan pintu, meja dan kursi.

2 dari 9 halaman

2. Sediakan obat-obatan dan perlengkapan lainnya

Mengingat kerentanan orang yang lebih tua dan mereka yang memiliki kondisi kronis, CDC merekomendasikan bahwa semua orang memiliki obat-obatan dan persediaan jika mereka perlu tinggal di rumah.

Selalu pantau makanan dan persediaan medis lainnya yang diperlukan. Sedangkan untuk keluarga, ketahuilah obat apa yang sering atau sedang dikonsumsi oleh orangtua. Pastikan orangtua mendapatkan bantuan secepat mungkin mengingat daya tahan tubuhnya yang tidak lagi kuat.

3 dari 9 halaman

3. Biasakan untuk tidak menggunakan barang bersama

017 hikmah wilda amalia

2015 Merdeka.com

Bila sebelumnya memakai barang bersama dengan keluarga yang tinggal satu atap menjadi sesuatu yang biasa saja, mengingat sekarang sedang dalam kondisi pandemi Corona maka lebih baik mulai membiasakan diri untuk tidak menggunakan barang bersama. Sebab hal itu dapat meningkatkan risiko penularan kepada anggota keluarga secara cepat.

Jika satu anggota keluarga terkena, kemungkinan akan cepat menyebar ke anggota keluarga lain apalagi pada seseorang yang memiliki daya imun rendah.

4 dari 9 halaman

4. Hindari bertemu dengan orang banyak

Langkah pencegahan berikutnya adalah dengan menghindari bertemu dengan orang banyak. Orangtua memang cenderung lebih suka berinteraksi dengan banyak orang. Mereka senang membangun relasi dan bercengkrama dengan orang lain.

Namun di tengah wabah corona saat ini, hindarkan orangtua dari kerumunan orang. Situasi dalam keramaian dapat meningkatkan risiko penularan lebih cepat. Bukan hanya karena kontak fisik saja, tapi juga akibat menyentuh benda-benda sekitar yang rawan ditempeli corona.

5 dari 9 halaman

5. Tunda bertemu dengan cucu

besar

thelearningcommunity.us

Orangtua usia lanjut dan anak-anak lebih rentan terkena virus corona. Pada situasi seperti ini, untuk menghindari tertular, tundalah rencana untuk mempertemukan cucu dan kakek nenek. Pasalnya dua orang ini mudah terserang karena memiliki kekebalan tubuh tidak maksimal. Lindungilah diri sendiri dan orang yang kamu cintai.

6 dari 9 halaman

6. Beralih ke pertemuan virtual

Sangat sulit bagi orang tua untuk menjauhkan diri dari interaksi sosial, tentu saja hal ini dapat membawa masalah kesehatan mental. Untuk itu penting diperhatikan untuk tetap memastikan bahwa mereka tidak merasa sendirian dan tetap bahagia meskipun sedang diisiolasi.

Mulai lakukanlah pertemuan virtual (seperti Skype atau Panggilan video) dengan teman atau kerabat mereka sehingga kesepian tidak akan memengaruhi kondisi pikiran mereka.

7 dari 9 halaman

7. Pikirkan rencana menggunakan jasa pengasuh orang tua

ilustrasi orang tua

CCO Public Domain

Mereka yang sudah berusia tua mungkin dapat menjaga diri mereka sendiri. Tapi tidak ada salahnya untuk memikirkan mencari pengasuh khusus untuk mereka.

Tentukan siapa yang dapat menjaga, merawat, dan memperhatikan kesehatan mereka setiap saat. Pastikan pula jika perawat tersebut dapat bekerja sama untuk tidak saling memaparkan Corona.

8 dari 9 halaman

8. Mengikuti perkembangan informasi penting dan terbaru

Pantau terus situasi yang berhubungan dengan penyebaran virus corona Covid-19 karena dapat berubah dengan cepat. Misalnya, di beberapa daerah, Tiongkok telah beralih dari karantina dan isolasi di rumah ke fasilitas khusus.

Itu berarti setiap orang harus menemukan dan secara teratur memeriksa sumber informasi terpercaya seperti situs web khusus WHO atau badan kesehatan publik nasional mereka. Dampingi orang yang kamu cintai, yakni kedua orangtua mu agar tidak tertular Corona.

9 dari 9 halaman

9. Batalkan pertemuan dengan dokter bila tidak urgen

Lansia bisa jadi menghadapi banyak persoalan kesehatan sehingga pemeriksaan rutin sangat penting untuk kesehatan mereka. Namun, CDC menyarankan lansia untuk berhati-hati saat mengunjungi dokter untuk terapi fisik atau sesi kesehatan apa pun. Coba untuk menunda dan hanya mengunjungi dokter apabila sangat mendesak.

Pengecualian buat lansia yang dengan masalah jantung serius atau penyakit Parkinson. Mereka perlu mempertahankan kunjungan rutin ke dokter. Dalam kasus seperti ini, ada baiknya berbicara dengan dokter lebih dahulu tentang cara yang tepat supaya pemeriksaan tetap berlangsung secara aman dan efektif.

[nof]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini