Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

7 Pewarna Makanan Alami Tanpa Bahan Pengawet, Aman dan Menyehatkan

7 Pewarna Makanan Alami Tanpa Bahan Pengawet, Aman dan Menyehatkan Ilustrasi daun pandan. ©iStock

Merdeka.com - Aneka ragam makanan yang berwarna-warni memang selalu berhasil menarik perhatian banyak orang, terlebih anak kecil. Mulai dari cokelat, aneka kue, es krim hingga beragam minuman lainnya.

Sayangnya masih banyak penjual makanan yang menggunakan pewarna makanan yang tidak semestinya dipakai untuk makanan. Marak terdengar makanan dengan pewarna kimia berbahaya. Penggunaan pewarna pada makanan yang tak semestinya malah akan menimbulkan penyakit pada tubuh.

Melihat fenomena tersebut sedikit banyak membuat banyak orang khawatir terlebih mereka yang memiliki anak. Tak ada salahnya bila kamu mulai membuat camilan sendiri untuk anak-anak dengan menggunakan pewarna yang alami yang sudah pasti aman dan terhindar dari efek samping yang berbahaya di kemudian hari.

Berikut ini informasi mengenai 7 pewarna makanan alami tanpa bahan pengawet yang aman dan menyehatkan telah dirangkum merdeka.com melalui liputan6.

1. Buah Naga

naga

©2019 Merdeka.com/Pixabay

Pewarna makanan alami yang pertama adalah buah naga. Buah ini cukup populer di Indonesia berasal dari salah satu tumbuhan kaktus.

Memiliki warna merah mentega, buah naga sangat cocok dijadikan pewarna alami makanan atau camilan untuk keluarga. Buah naga memiliki pigmen antosianin yang kaya akan antioksidan. Selain itu buah ini memiliki kandungan serat yang cukup tinggi jadi sudah terjamin sehat.

Cara mengolahnya pun mudah. Kamu cukup menghaluskan daging buah naga merah dengan blender lalu campurkan dengan bahan makanan yang ingin diberi warna.

Selain daging buah, kulit dari buah naga ini juga dapat dijadikan pewarna makanan alami. Cara pengolahannya, kamu dapat menghaluskan kulit buah naga lalu ambil ekstrak tersebut.

2. Rosela

ilustrasi rosela

©2012 Merdeka.com/Shutterstock/29september

Pewarna makanan alami berikutnya adalah rosela. Tanaman rosella sudah sering ditemui di Indonesia. Tanaman ini biasa dijadikan tanaman herbal atau sekadar tanaman hias di halaman rumah.

Bagian yang dijadikan pewarna alami pada tumbuhan ini adalah kelopak bunganya. kelopak bunga rosela mengandung pigmen antosianin. Pigmen ini merupakan pigmen penghasil warna merah pada tumbuhan dan memiliki kandungan antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas.

Untuk mendapatkan warna merah alami dari tanaman rosela, kamu cukup menggunakan beberapa kelopak bunga rosella dan menyeduhnya dengan air panas. Ekstrak rosella ini dapat kamu gunakan sebagai pewarna makanan alami.

3. Sawi dan Bayam

ilustrasi bayam

©Shutterstock.com/ Maria Komar

Jika kamu menginginkan makanan yang mau kamu buat berwarna hijau kamu bisa memanfaatkan sawi dan bayam sebagai pewarna makanan alami. Dua sayuran ini juga terkenal memiliki klorofil yang tinggi.

Sawi dan bayam memiliki kandungan serat yang cukup tinggi. Kamu cukup menghaluskan sawi atau bayam dengan blender lalu saring airnya dan bisa langsung kamu gunakan sebagai pewarna makanan.

4. Pandan

pandan

©iStock

Selain sawi dan bayam, untuk mendapatkan warna hijau yang alami kamu juga bisa mendapatkannya dari pandan. Selain memberi kesan segar pada tampilan makanan, daun pandan juga memberi efek wangi pada makanan.

Daun pandan dinilai dapat meningkatkan nafsu makan seseorang. Warna hijau pada pandan dihasilkan oleh zat klorofil pada daunnya.

Cara mengolahnya sebagai pewarna makanan alami adalah dengan menghaluskan beberapa helai daun pandan, beri sedikit air, lalu peras daun yang telah dihaluskan tersebut. Gunakan perasan daun pandan sebagai pewarna pada makanan yang kamu buat.

5. Kunyit

ilustrasi kunyit

©Shutterstock

Kunyit merupakan rempah-rempah yang biasa digunakan pada masakan, di negara-negara Asia. Tak hanya sebagai penyedap pada makanan, kunyit juga memberi warna alami kuning.

Selain itu kunyit juga digunakan sebagai pengawet alami pada makanan. Kunyit memiliki bahan aktif utama yang disebut dengan kurkumin.

Bahan ini memiliki sifat anti inflamasi dan antioksidan yang sangat kuat. Kunyit berkhasiat sebagai anti peradangan, meningkatkan kekebalan tubuh bahkan mencegah kanker.

Pengolahan kunyit sebagai pewarna makanan alami juga cukup mudah. Kamu hanya perlu memarut beberapa ruas kunyit lalu menyaringnya hingga menyisakan air ekstrak kunyit tersebut.

Air kunyit dapat kamu campurkan pada berbagai bahan makanan. Namun jangan terlalu banyak karena penggunaan yang berlebihan akan membuat masakan kamu menjadi langu.

6. Labu Kuning

ilustrasi jus labu kuning

©2014 Merdeka.com/shutterstock/Sea Wave

Selain kunyit, labu kuning juga dapat dijadikan sebagai pewarna kuning alami. Kamu dapat menghaluskannya dengan blender lalu peras untuk mendapatkan air ekstrak dari labu kuning tersebut. Selain itu hasil dari penghalusan labu kuning dapat kamu jadikan bahan tambahan makanan seperti kue atau cake.

Labu kuning merupakan makanan rendah kalori dan tinggi serat. Labu kuning dapat digunakan sebagai makanan diet bagi orang yang ingin mengurangi berat badan. Selain itu Labu kuning kaya akan betakaroten, vitamin A dan C, mineral, lemak serta karbohidrat.

7. Bunga Telang

mojito bunga telang

©2020 Merdeka.com

Pewarna makanan alami selanjutnya adalah bunga telang. Bunga telang merupakan salah satu jenis tumbuhan merambat yang dapat kita temui di pekarangan atau hutan. Tumbuhan int termasuk dalam jenis polong-polongan yang berasal dari Asia.

Cara mendapatkan warna alami dari bunga telang juga terbilang sangat mudah, kamu hanya perlu mengambil beberapa bunga telang lalu remas atau haluskan. Warna biru yang dihasilkan dari remasan bunga telang sangat cantik dan bisa langsung kamu campurkan ke dalam makanan yang kamu buat.

(mdk/nof)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP