Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

5 Fakta Penemuan Artefak Batu Mahpar di Tasikmalaya

5 Fakta Penemuan Artefak Batu Mahpar di Tasikmalaya arterfak mahpar. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Berbagai artefak yang mempunyai bentuk patung Ganesha kerap ditemukan di Objek Wisata Batu Mahpar. Salah satu artefak ini ditemukan oleh seorang pengunjung yang tidak sengaja menyenggol sebuah batu. Pada Minggu (9/2/20), artefak tersebut kembali digali untuk mendapatkan informasi.

Anton Crliyan selaku pemilik Objek Wisata Batu Mahpar menyatakan, bahwa puluhan batu tersebut sebenarnya sudah ditemukan sejak 2013 lalu. Sedangkan umur dari batu itu sendiri sampai sekarang masih belum diketahui secara jelas. Penemuan artefak yang berada di tepi Sungai Galunggung itu telah tertimbun tanah seluas 4 hektare.

Simak 5 fakta artefak yang ditemukan itu:

1. Sempat kembali Dikubur

arterfak mahpar

Ayotasik.com/Irpan

Sejumlah artefak ditemukan oleh pekerja dari Objek Wisata Batu Mahpar pada 2013. Tetapi, sang pemilik meminta pekerjanya untuk kembali menimbunnya dengan tanah karena memang asal usulnya tidak jelas. Para pekerja kemudian menimbun artefak tersebut di satu tempat saja.

2. Tempat yang Dikelola Oleh Belanda

kebun teh belanda

www.bumn.go.id

Saat Indonesia masih dijajah oleh Belanda, lokasi penemuan tersebut adalah kebun teh yang dikelola oleh orang Belanda. Pemilik artefak ini diduga adalah orang Belanda yang mungkin dahulu juga gemar mengoleksi barang-barang yang mempunyai nilai sejarah.

3. Ganesha dan Manusia Kerdil

artefak ganesha manusia kerdil

wartasik.com/Ndhie

Saat artefak tersebut ditemukan kemudian digali untuk diketahui informasinya, artefak tersebut berbentuk menyerupai patung Ganesha, manusia kerdil, dan berbentuk monyet. Pekerja dari Objek Wisata Batu Mahpar dan beberapa tukang yang dipanggil juga ikut membantu dalam melakukan penggalian.

4. Arkeolog yang Masih Ragu

arkeolog ragu

cakrawalamedia.com

Asal-usul batu artefak tersebut masih belum diketahui. Balai Arkeologi Jawa Barat juga masih melakukan pencarian informasi. Dilansir dari antaranews.com, Arkeolog Lutfi Yondri mengatakan bahwa artefak tersebut ditemukan di satu tempat saja di situlah kejanggalannya. Hal tersebut juga menguatkan bahwa tidak ada kecocokan dalam latar belakang dan masanya.

5. Kepentingan Wisata

wisata batu mahpar galunggung singaparna

wisatajabar.com

Karena memang informasinya yang masih terbatas, saat ini belum ada keputusan bahwa artefak tersebut adalah benda sejarah atau bukan. Jika memang artefak tersebut jelas benda sejarah maka dengan suka rela akan diserahkan kepada pemerintah dan menjadi benda sejarah milik negara. Namun, jika bukan artefak tersebut akan ditata secara menarik di Objek Wisata Batu Mahpar dan menjadi kepentingan wisata saja.

(mdk/dem)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP