Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

4 Fakta Ratusan Burung Pipit Mati Massal di Kota Cirebon, Cuaca Diduga Jadi Penyebab

4 Fakta Ratusan Burung Pipit Mati Massal di Kota Cirebon, Cuaca Diduga Jadi Penyebab Ratusan burung mati mendadak di halaman Pemkot Cirebon. ©2021 Instagram About Cirebon/editorial Merdeka.com

Merdeka.com - Ratusan burung pipit ditemukan mati massal di halaman belakang kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebonpada Selasa (14/9) kemarin.

Dalam video viral di Instagram About Cirebon terlihat burung-burung tersebut tergeletak dan menyebar di sekitar area parkir kendaraan. Selain itu, di sudut lain beberapa burung terlihat masih hidup namun dengan kondisi lemas dan tidak bisa terbang.

Menurut dugaan awal, ratusan burung pipit tersebut diduga mati karena cuaca ekstrem yang melanda Kota Cirebon, mengingat satu hari sebelumnya di wilayah tersebut diguyur hujan semalaman dengan intensitas cukup besar. Berikut 4 faktanya.

Baru Pertama Kali Terjadi

ratusan burung mati mendadak di halaman pemkot cirebon

©2021 Instagram About Cirebon/editorial Merdeka.com

Diketahui fenomena ini merupakan yang pertama terjadi di wilayah Kota Cirebon. Mulanya ratusan unggas itu ditemukan oleh petugas kebersihan pada Selasa (14/09) pagi. Mereka awalnya akan menyapu halaman di lingkungan kantor pemkot.

Namun saat menuju halaman belakang, para petugas terkejut lantaran banyaknya burung yang ditemukan tergeletak dengan keadaan sebagian besar mati. Usai kejadian mereka langsung meminggirkan burung yang masih dimungkinkan hidup.

“Burung pada jatuh dan mati, entah ini karena apa” sebut orang dalam video sambil memperlihatkan banyaknya burung yang berjatuhan di area parkir dan taman di lingkungan kantor Pemkot Cirebon.

Diduga Pengaruh Cuaca

Adapun dugaan kematian massal burung pipit tersebut disinyalir akibat perubahan suhu dan cuaca yang ekstrem di Kota Cirebon belakangan ini. Sebelumnya wilayah yang masuk kawasan pantai utara Jawa Barat itu kerap dilanda suhu panas, namun saat memasuki musim hujan suhu langsung menurun drastis.

Kendati demikian, penyebab pasti kematian tersebut masih harus didalami lebih lanjut guna mengungkap apakah terkait cuaca atau faktor lain.

Burung yang masih hidup saat ini langsung ditangani oleh Tim Medis Veteriner Dinas Ketahanan Pangan Pertanian Dan Perikanan (DKPPP), Kota Cirebon, Jawa Barat untuk dicek di laboratorium. Sedangkan bangkai yang mati sudah dibersihkan petugas jaga di lingkungan pemkot.

Akan Diswab

Melansir dari Antara Rabu (15/9), Tim Medis Veteriner DKPPP Kota Cirebon Tri Angka, Selasa (14/09) kemarin mengatakan pihaknya akan mengecek kesehatan serta melakukan tes swab ke burung-burung yang ditemukan di lokasi.

Nantinya sample akan dibawa ke laboratorium di Bandung atau Subang untuk diuji guna mengetahui faktor kematiannya.

"Kita ambil sampel terlebih dahulu, untuk memastikan penyebab kematian masal burung pipit ini, hasilnya tentu butuh waktu karena sample nanti dikirim ke Bandung atau Subang” kata Tri.

Serupa Terjadi di Gianyar, Bali

Sebelumnya seperti diberitakan Merdeka.com/peristiwa pada Selasa (14/9), fenomena serupa juga terjadi di di wilayah Sentra, Banjar Sema Pring, Kabupaten Gianyar, Bali, Kamis (09/9) lalu.

Saat itu kematian massal burung pipit viral di akun @balibrodcast. Seperti terlihat di video yang dibagikan, terlihat banyak burung berjatuhan disertai cuaca hujan dan tiupan angin kencang yang terjadi di wilayah tersebut.

Terkait kejadian itu, ada beberapa dugaan penyebab, yakni karena sakit atau kondisi kandungan air hujan yang diduga mengandung asam. Untuk lebih memastikan, Balai Besar Veteriner (BBVet) Kelas I Denpasar, Bali masih melakukan pengujian sample di laboratorium setempat.

"Sekarang masih proses pengujian di laboratorium," kata Kepala BBVet Denpasar I Wayan Mase Tenaya, Senin (13/9) lalu.

(mdk/nrd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP