4 Fakta Bayi Usia 50 Hari Positif Corona di Cirebon, Sempat Dibawa ke Tempat Hajatan

Minggu, 7 Juni 2020 11:30 Reporter : Nurul Diva Kautsar
4 Fakta Bayi Usia 50 Hari Positif Corona di Cirebon, Sempat Dibawa ke Tempat Hajatan Ilustrasi bayi infeksi pernapasan. ©Shutterstock.com/Jovan Mandic

Merdeka.com - Penambahan kasus positif Covid-19 kembali terkonfirmasi di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Seorang bayi berusia 50 hari dinyatakan positif terinfeksi virus corona usai dibawa ke tempat hajatan kerabat korban.

Dikutip dari Antara, informasi tersebut disampaikan oleh Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon, Nanan Abdul Manan, Sabtu (6/6) kemarin.

"Pada Sabtu ini di Kabupaten Cirebon terdapat penambahan kasus positif COVID-19, di mana menimpa seorang bayi berusia 50 hari," kata Nanan.

1 dari 4 halaman

Sempat Berkontak dengan Paman

Menurut Nanan, bayi yang merupakan kasus ke-14 di Kabupaten Cirebon itu memiliki riwayat kontak dengan sang paman yang baru saja datang dari wilayah zona merah di lokasi hajatan tersebut.

“Riwayat kontak dengan pamannya yang datang dari episentrum pada saat hajatan," ujarnya.

2 dari 4 halaman

Miliki Gejala Covid-19

Bayi berjenis kelamin perempuan tersebut juga terindikasi mengalami gejala Covid-19. Gejala seperti demam hingga 38 derajat, batuk, sesak napas, hingga diare dialami bayi tersebut setelah berinteraksi dengan pamannya.

3 dari 4 halaman

Hasil Uji Swab

Setelah dilakukan rapid test dan uji swab pada Kamis (4/6), bayi tersebut dipastikan positif terinfeksi virus corona setelah laporan dari laboratorium keluar pada Jumat (5/6) sore waktu setempat.

"Sehingga dilakukan tes swab dan hasilnya memang bayi berusia 50 hari itu positif Covid-19. Sedangkan ayah dan ibunya negatif," tuturnya.

4 dari 4 halaman

Dilakukan Penelusuran

Setelah bayi tersebut dinyatakan positif terinfeksi Covid-19, Nanan bersama timnya langsung melakukan penelusuran terkait siapa saja yang berkontak dengan bayi dan sang paman.

Pihaknya juga mengimbau kepada siapa pun yang hendak melaksanakan hajatan agar memperketat protokol kesehatan, terutama bagi tamu atau kerabat yang datang dari kawasan zona Covid-19 untuk meminimalisir kejadian serupa.

"Untuk itu kami meminta izin keramaian hajatan untuk diperketat serta harus memperketat orang yang datang dari episentrum," pungkasnya.

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini