10 Penyebab Keguguran Pada Ibu Hamil, Patut Diwaspadai
Merdeka.com - Keguguran pada ibu hamil adalah peristiwa yang menyebabkan hilangnya janin sebelum 20 minggu kehamilan. Ini biasanya terjadi selama trimester pertama, atau tiga bulan pertama kehamilan.
Keguguran adalah salah satu komplikasi paling umum yang terkait dengan kehamilan dini. Sayangnya, sekitar seperempat dari semua kehamilan menyebabkan keguguran.
Keguguran dapat terjadi karena berbagai alasan medis dan banyak di antaranya tidak bisa dikendalikan. Tetapi dengan mengetahui faktor-faktor risiko, tanda-tanda, dan sebab-sebab dapat membantu Anda untuk lebih memahami penyebab keguguran dan membantu Anda untuk mengantisipasi hal tersebut.
Berikut penyebab keguguran pada ibu hamil yang patut diwaspadai, dilansir dari berbagai sumber:
1. Masalah Pada Kromosom

Sumber: livescience.com 2020 Merdeka.com
Kromosom adalah kumpulan dari DNA. Kromosom berisi serangkaian informasi terperinci yang mengendalikan berbagai faktor di tubuh bayi, mulai dari bagaimana sel-sel tubuh berkembang hingga warna mata seperti apa yang dimiliki bayi.
Pada beberapa kasus, ibu hamil memiliki masalah pada kromosom bayi yang dikandungnya. Hal ini bisa terjadi pada saat pembuahan. Biasanya, kelainannya adalah janin menerima terlalu banyak atau tidak cukup kromosom.
Sebenarnya alasan bagaimana kelainan kromosom ini bisa terjadi belum dapat dipastikan, tetapi ini dapat menyebabkan janin tidak akan dapat berkembang secara normal, yang bisa mengakibatkan keguguran.
2. Masalah Pada Plasenta

Sumber:news.yale.edu 2020 Merdeka.com
Plasenta adalah organ yang menghubungkan suplai darah ibu ke bayinya. Selain itu, plasenta juga menjadi jalan bayi nutrisi yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh dan berkembang di kandungan.
Jika terdapat masalah dengan perkembangan plasenta, maka hal tersebut akan langsung mempengaruhi perkembangan bayi yang jika sudah parah akan dapat menyebabkan keguguran.
3. Riwayat Kesehatan Sang Ibu

Sumber:healthline.com 2020 Merdeka.com
Kesehatan ibu hamil adalah hal yang sangat penting. Riwayat penyakit yang dimiliki ibu hamil secara tidak langsung dapat mempengaruhi janin yang ada di dalam kandungannya.
Beberapa riwayat penyakit kronis dapat meningkatkan risiko keguguran pada trimester kedua, terutama jika kondisi tersebut tidak dirawat atau dikendalikan dengan baik. Beberapa penyakit yang perlu diperhatikan adalah diabetes, tekanan darah tinggi, lupus, penyakit ginjal, masalah pada kelenjar tiroid, dan sindrom antifosfolipid.
4. Gaya Hidup Ibu Hamil

Sumber:lifeberrys.com 2020 Merdeka.com
Kebiasaan Anda sebagai calon ibu dapat meningkatkan risiko keguguran.
Berikut adalah beberapa kebiasaan ibu hamil yang berbahaya bagi bayi yang sedang berkembang:
5. Keracunan Makanan

Sumber:medicalnewstoday.com 2020 Merdeka.com
Saat Anda sedang hamil, Anda harus benar-benar memperhatikan makanan yang Anda makan. Karena apa yang ada makan bisa mempengaruhi kesehatan janin yang ada di dalam kandungan Anda.
Salah satu penyebab keguguran yang disebabkan karena makanan adalah keracunan makanan. Hal ini bisa terjadi jika makanan yang Anda makan terkontaminasi.
Beberapa contoh kontaminasi makanan adalah sebagai berikut:
6. Obat-Obatan yang Dikonsumsi

Sumber:premierhealth.com 2020 Merdeka.com
Beberapa kondisi yang dialami ibu hamil biasanya mau tidak mau membuat ibu hamil harus mengonsumsi obat-obatan. Hal ini biasanya dialami oleh ibu hamil yang memiliki riwayat kesehatan tertentu.
Obat-obatan yang dapat meningkatkan risiko keguguran, antara lain:
Untuk memastikan obat aman untuk kehamilan, selalu periksa dengan dokter, bidan atau apoteker sebelum meminumnya.
7. Struktur Rahim
Masalah dan kelainan pada rahim Anda juga dapat menyebabkan keguguran trimester kedua. Kemungkinan masalah rahim yang biasa dialami oleh ibu hamil meliputi:
8. Serviks yang Melemah
Dalam beberapa kasus pada ibu hamil, otot leher rahim (leher rahim) lebih lemah dari biasanya. Ini dikenal sebagai serviks yang melemah atau inkompetensi serviks.
Serviks yang melemah dapat disebabkan oleh cedera sebelumnya pada daerah ini, biasanya setelah prosedur pembedahan. Kelemahan otot dapat menyebabkan leher rahim terbuka terlalu dini selama kehamilan dan dapat menyebabkan keguguran.
9. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

Sumber:2020 Merdeka.com
Polycystic ovary syndrome (PCOS) adalah suatu kondisi di mana indung telur lebih besar dari normal. Hal ini disebabkan oleh perubahan hormon di ovarium.
PCOS dikenal sebagai penyebab utama infertilitas karena dapat menurunkan produksi telur. Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa itu mungkin juga terkait dengan peningkatan risiko keguguran pada wanita subur.
10. Bahaya Lingkungan
Selain beberapa masalah yang berasal dari dalam tubuh sang ibu hamil, risiko keguguran juga dapat disebabkan oleh lingkungan sekitar.
Misalnya saja ibu yang sedang hamil berada di lingkungan yang banyak perokok aktifnya dan hal ini terjadi dalam waktu yang lama. Selain itu, zat-zat tertentu di lingkungan Anda di rumah atau di tempat kerja juga dapat membuat kehamilan Anda berisiko keguguran.
(mdk/far)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya