Rebo Wekasan, yang juga dikenal sebagai Rabu Pungkasan atau Arba Mustamir, adalah hari Rabu terakhir dalam bulan Safar menurut kalender Hijriah. Sebagian masyarakat Muslim di Nusantara meyakini bahwa pada hari ini, Allah SWT menurunkan berbagai bala bencana ke bumi. Oleh karena itu, banyak umat Islam yang melaksanakan berbagai amalan ibadah sebagai bentuk usaha spiritual dan permohonan perlindungan kepada Allah SWT.
Dengan memahami panduan dan hikmah di balik amalan Rebo Wekasan, diharapkan umat Islam dapat meraih manfaat spiritual secara maksimal. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang Rebo Wekasan, termasuk anjuran membaca Surat Yasin beserta panduan lengkapnya.
Advertisement
Makna Rebo Wekasan dalam Tradisi Islam
Rebo Wekasan merujuk pada hari Rabu terakhir dalam bulan Safar menurut penanggalan Hijriah. Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan oleh Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, pada tahun 2025, Rebo Wekasan akan berlangsung pada Rabu, 20 Agustus 2025. Pada hari tersebut, masyarakat biasanya mengadakan berbagai kegiatan keagamaan yang meliputi puasa sunnah, sholat sunnah, serta pembacaan doa, ayat Al-Quran, tahlil, dan dzikir.
Semua amalan ini bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memohon keselamatan dari segala bentuk musibah. Banyak kalangan Muslim di Indonesia meyakini bahwa pada hari itu sering terjadi turunnya bala atau musibah, sehingga dianjurkan untuk memperbanyak doa, sedekah, dan dzikir. Namun, para ulama menegaskan bahwa kepercayaan akan hari sial tidak sesuai dengan ajaran Islam.
KH Zainuddin Lubis dalam NU Online menyatakan bahwa amalan pada Rebo Wekasan dapat dilakukan sebagai bentuk pendekatan kepada Allah, asalkan tidak disertai keyakinan bahwa hari tersebut membawa kesialan. Dengan kata lain, perlindungan yang diyakini datang dari dzikir, doa, dan bacaan Al-Qur'an, bukan dari hari atau tanggal tertentu. Pendapat ini sejalan dengan prinsip al-'adah muhakkamah yang menyatakan bahwa tradisi dapat dilaksanakan selama tidak bertentangan dengan syariat.
Advertisement
Hukum Membaca Yasin di Malam Rebo Wekasan
Tradisi Rebo Wekasan didasari oleh keyakinan bahwa pada hari Rabu terakhir bulan Safar, Allah SWT menurunkan 320 ribu bala bencana ke bumi. Keyakinan ini mendorong masyarakat untuk melaksanakan berbagai amalan ibadah sebagai bentuk permohonan perlindungan dari segala bentuk marabahaya. Hal ini dijelaskan dalam kitab Kanz Al-Najah Wa Al-Surur yang ditulis oleh Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Quds al-Maki. Selain itu, tradisi ini juga diilhami oleh anjuran dari beberapa ulama terdahulu.
Syekh Ahmad bin Umar Ad-Dairobi dalam kitabnya yang berjudul Fathul Malik Al-Majid Al Mu-allaf Li Naf'il 'Abid Wa Qam'i Kulli Jabbarin 'Anid, yang lebih dikenal dengan sebutan Mujarrobat Ad-Dairobi, serta Syekh Muhammad bin Khatiruddin Al 'Atthar dalam karya Jawahir Al Khumus, juga mendorong pelaksanaan amalan tertentu pada hari tersebut. Ini menunjukkan bahwa tradisi Rebo Wekasan memiliki akar yang kuat dalam literatur keagamaan klasik.
Salah satu amalan yang sering dilakukan adalah membaca Surat Yasin pada malam Rebo Wekasan, yang termasuk dalam kategori ibadah ghairu mahdhah (non-pokok) dan hukumnya mubah. Dalam kitab Faidh al-Qadir, Imam Abdurrauf al-Munawiy menjelaskan bahwa membaca Surat Yasin secara berulang pada waktu tertentu diperbolehkan, asalkan dilakukan dengan niat untuk tabarrukan (mendapatkan berkah) dan tidak dianggap sebagai keistimewaan syar'i pada waktu tersebut.
Dengan demikian, jika seseorang membaca Surat Yasin pada Rebo Wekasan, hal itu tetap dianggap sebagai amalan baik, karena membaca Al-Qur'an selalu bernilai ibadah. Namun, penting untuk diingat bahwa Allah tidak hanya menurunkan pertolongan pada hari itu saja, melainkan Dia memiliki kebebasan untuk memberikan rahmat-Nya kapan pun Dia kehendaki.
Advertisement
Rebo Wekasan Membaca Yasin Berapa Kali?
1. Membaca Yasin 1 Kali + Mengulang Ayat 58 (313 Kali)
Tradisi yang umum dilakukan adalah membaca Surat Yasin secara utuh sekali, lalu mengulang ayat ke-58 --- "Salamun qoulan min rabbir rahim" --- sebanyak 313 kali, sebelum melanjutkan hingga akhir surat. Setelah selesai, biasanya ditutup dengan doa tolak bala dan shalawat.
Panduan ini berasal dari tradisi para ulama di Nusantara, di mana angka 313 sering kali dihubungkan dengan jumlah pasukan kaum Muslimin dalam Perang Badar, yang menjadi simbol pertolongan Allah kepada orang-orang beriman. Anjuran ini juga dijelaskan oleh KH Abdul Hamid Kudus dalam kitabnya Kanz an-Naj wa al-Surr.
2. Membaca Surat Yasin 3 Kali
Di berbagai daerah, terdapat kebiasaan membaca Yasin sebanyak tiga kali. Amalan ini diperbolehkan selama diniatkan untuk ibadah. Namun, tidak terdapat dalil khusus dari Rasulullah SAW yang menetapkan jumlah tiga kali sebagai kewajiban. Oleh karena itu, bacaan ini termasuk dalam kategori ijtihadiyah (berdasarkan tradisi dan kesepakatan ulama setempat).
Umumnya, niat bacaan pertama adalah untuk panjang umur dalam ketaatan, bacaan kedua untuk dijauhkan dari bala, dan bacaan ketiga agar tidak bergantung kepada selain Allah. Tata cara membaca Yasin biasanya dimulai dengan niat di hati, membaca Al-Fatihah, dilanjutkan dengan Surat Yasin dari ayat 1 hingga 83, diakhiri dengan doa setelah Yasin dan doa khusus Rebo Wekasan, serta dzikir dan istighfar.
3. Membaca Surat Yasin 7 Kali
Tradisi membaca Yasin sebanyak tujuh kali juga ada di Rebo Wekasan. Meskipun lebih jarang ditemukan, amalan ini masih dilakukan oleh sebagian masyarakat untuk memperkuat doa tolak bala. Sekali lagi, jumlah bacaan ini bukan merupakan syariat yang baku, melainkan merupakan adat yang diperbolehkan selama tidak diyakini sebagai kewajiban.
Advertisement
Keutamaan Membaca Surat Yasin
Surat Yasin sering disebut sebagai "Qalbu al-Qur'an" yang berarti jantung Al-Qur'an. Banyak hadis yang mengungkapkan keutamaan dari Yasin, meskipun ada beberapa hadis yang dianggap dhaif atau lemah. Salah satu hadis yang terkenal adalah sabda Nabi: "Bacalah Yasin pada orang-orang yang meninggal di antara kalian" (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah).
Dalam Tafsir Ibnu Katsir, dinyatakan bahwa ayat-ayat dalam Yasin mengandung banyak kabar gembira bagi orang-orang beriman, sehingga sangat dianjurkan untuk dibaca saat menghadapi kesulitan. Membaca Yasin dengan penuh khusyuk diyakini dapat memberikan ketenangan hati, memperkuat doa, serta menjadi sarana untuk mempermudah urusan.
Oleh karena itu, meskipun tidak ada dasar syar'i yang jelas mengenai jumlah bacaan di Rebo Wekasan, membaca Yasin secara berulang tetap memiliki nilai pahala. Yang terpenting adalah keikhlasan niat dan pemahaman terhadap isi bacaan, bukan hanya sekadar menghitung angka.
Advertisement
Tata Cara Amalan Rebo Wekasan
Beberapa anggota masyarakat melaksanakan tradisi Rebo Wekasan dengan cara sebagai berikut:
- Shalat sunnah 2 rakaat di malam hari, dengan niat untuk memohon perlindungan dari Allah.
- Membaca Surat Yasin sesuai dengan kebiasaan: bisa sekali, tiga kali, atau sekali dengan tambahan ayat 58 yang dibaca sebanyak 313 kali.
- Berdoa tolak bala dengan penuh khusyuk, memohon keselamatan untuk diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.
- Bersedekah kepada mereka yang membutuhkan sebagai ungkapan rasa syukur.
- Bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW agar mendapatkan syafaat di dunia dan akhirat.
Amalan ini tidak diwajibkan secara syar'i, melainkan merupakan bentuk usaha spiritual. Para ulama berpendapat bahwa amal-amal tersebut diterima selama diniatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.