Startup Rusia Berencana Meluncurkan Baliho Iklan Raksasa di Angkasa

Senin, 28 Januari 2019 14:02 Reporter : Tantri Setyorini
Startup Rusia Berencana Meluncurkan Baliho Iklan Raksasa di Angkasa Startup Rusia Berencana Meluncurkan Baliho Iklan Raksasa di Angkasa. ©2019 StartRocket

Merdeka.com - Bayangkan tengadah ke angkasa untuk menatap bulan purnama dan mendapati iklan mengambang di langit. Seperti itulah masa depan yang menjadi visi StartRocket, sebuah startup baru asal Rusia. Mereka berencana meluncurkan papan iklan ke orbit rendah bumi pada awal 2021.

Dilansir Oddity Central, StartRocket mengumumkan rencana untuk memperkenalkan baliho iklan orbital yang terdiri dari kisi-kisi satelit berukuran kotak tisu yang disebut CubeSats. Satelit kecil ini akan mengorbit 400-500 kilometer di atas bumi dan menggunakan layar Mylar reflektif berdiameter sekitar 30 kaki untuk menangkap dan memantulkan sinar matahari. Setelah itu diolah menjadi gambar visual yang bisa disaksikan dari permukaan bumi dengan mata telanjang.

Iklan hanya akan terlihat di malam hari tetapi dapat dilihat dari belahan bumi manapun. Perusahaan ini sudah memiliki prototipe CubeSat dan dapat mulai menguji iklan orbitalnya tahun depan.

"Kami digerakkan oleh merek dan acara," kata pemimpin proyek StartRocket, Vlad Sitnikov kepada Futurism. "Super Bowl, Coca Cola, Brexit, Olimpiade, Mercedes, FIFA, dan Supreme. Ekonomi adalah urat nadi masyarakat. Hiburan dan periklanan adalah intinya. Kita akan hidup di luar angkasa, dan umat manusia akan mulai menyebarkan budayanya ke luar angkasa. Para perintis yang lebih profesional dan berpengalaman akan menjadikannya lebih baik untuk semua orang.

Namun, tidak semua orang setuju dengan ide ini. Para ahli berpendapat bahwa spanduk iklan yang terang dapat mengganggu kelangsungan penelitian astronomi. Lebih jauh lagi baliho orbital ini bisa mengganggu aktivitas penerbangan dan menjadi 'sampah ruang angkasa'.

"Menempatkan lebih banyak satelit di sana akan menyebabkan lebih banyak peluang untuk tabrakan, dan kami tidak ingin itu terjadi," John Crassidis, seorang profesor teknik mesin dan kedirgantaraan di Universitas di Buffalo kepada NBC News. [tsr]

Topik berita Terkait:
  1. Bisnis
  2. Ide Kreatif
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini