Kenalan dengan Sayur Enak dan Bergizi yang Jarang Didengar Namanya

Selasa, 24 September 2019 04:02 Reporter : Tantri Setyorini
Kenalan dengan Sayur Enak dan Bergizi yang Jarang Didengar Namanya Ilustrasi sayuran lokal. ©Shutterstock/Pixabay

Merdeka.com - Setiap hari kita disarankan mengonsumsi minimal seporsi sayuran. Seharusnya tak sulit, karena tanah Indonesia ditumbuhi berbagai jenis sayuran kaya gizi dan serat.

Kalau biasanya Anda mengonsumsi bayam, kangkung, atau sawi, sesekali coba juga sayuran yang namanya kurang familiar di telinga. Meskipun jarang terdengar, sayuran seperti beluntas dan genjer sebenarnya kaya gizi. Mudah didapat dan harganya pun murah. Hanya kalah pamor saja dengan sayuran yang lebih sering dibudidayakan.

1 dari 12 halaman

Genjer

Ilustrasi genjer. Shutterstock

Sayuran yang juga dikenal dengan nama paku rawan ini bentuknya mirip tanaman eceng gondok, tetapi tidak mengapung di permukaan air. Biasanya ditemukan di sawah atau dekat perairan dangkal.

Batang genjer yang masih muda memiliki tekstur renyah. Sementara batang dan daun yang sudah tua cenderung pahit. Setiap batangnya mengandung vitamin B, kalsium, fosfor, dan serat tinggi.

Genjer kerap disebut sayurnya orang miskin, karena termasuk gulma yang tidak dibudidayakan. Hanya disantap warga desa jika tidak ada bahan makanan lainnya. Sayur ini biasa diolah menjadi tumisan atau urap sayur.

2 dari 12 halaman

Siomak

Ilustrasi siomak. Khasiat.co.id

Sering disebut selada wangi, karena memiliki daun dan batang yang mirip selada bokor atau selada keriting. Hanya saja daun siomak lebih langsing dan panjang.

Siomak yang masih bersaudara dengan lettuce ini mengandung serat, vitamin B, vitamin C, vitamin E, zat besi, dan kalsium yang cukup tinggi. Cocok diolah menjadi tumisan, sup, atau lalapan.

3 dari 12 halaman

Daun Ginseng

Ilustrasi daun ginseng jawa. Pixabay

Daun ginseng Jawa merupakan sayuran yang lezat jika diolah menjadi tumisan. Direbus dan disajikan bersama sambal petis juga enak.

Selain vitamin A dan vitamin B, daun ginseng diperkaya antioksidan flavonoid seperti teh hijau. Kandungan sterol di dalamnya bermanfaat untuk memperbaiki sistem sirkulasi darah.

4 dari 12 halaman

Bunga Bawang

Ilustrasi bunga bawang. Shutterstock

Bunga bawang memiliki rasa dan aroma yang mirip kucai, tetapi batangnya lebih renyah. Enak diolah menjadi tumisan, pepes, atau kotokan.

Sayuran yang satu ini kaya serat, kalium, dan zat besi. Baik untuk penderita diabetes dan jantung pula.

5 dari 12 halaman

Pucuk Labu

Ilustrasi pucuk labu. Pixabay

Sebenarnya ini adalah sulur tanaman labu siam yang masih muda. Biasa dipasarkan dengan nama pucuk labu di supermarket atau pasar tradisional.

Daun dan pucuk labu siam merupakan sumber zat besi, vitamin A, dan vitamin C yang baik untuk kesehatan.


6 dari 12 halaman

Lompong

Ilustrasi bunga pepaya. Pixabay

Sudah pernah menyantap lompong? Lompong adalah batang muda daun talas atau keladi. Rasanya lembut dan enak jika diolah menjadi sayur atau tumisan. Tetapi hati-hati mengolahnya, sebab getah lompon juga bisa menyebabkan rasa pedih di dalam mulut.

7 dari 12 halaman

Bunga Pepaya

Ilustrasi bunga pepaya. Pixabay

Tidak semua jenis bunga pepaya bisa dikonsumsi. Bunga pepaya yang rasanya ramah di lidah adalah bunga pepaya gantung. Bunganya kecil-kecil, berjumlah banyak, dan biasanya menggantung di dekat pangkal batang daun.

Bunga pepaya adalah sayuran antikanker dan obat penurun demam alami. Juga bisa digunakan untuk meningkatkan nafsu makan dan melancarkan pencernaan.

8 dari 12 halaman

Lembayung

Daun lembayung. Guruilmuan

Daun kacang panjang ini merupakan sumber zat besi, vitamin A, dan kalsium.

9 dari 12 halaman

Bunga Turi

Ilustrasi bunga turi. Pixabay

Bunga turi putih biasanya dijadikan campuran rujak petis atau pecel. Bisa mengobati sariawan, radang tenggorokan, dan disentri.

10 dari 12 halaman

Daun Kenikir

Daun kenikir. Wikimedia Commons

Sayuran berbau harum ini biasanya dimasak menjadi pecel atau urap. Bisa mengatasi bau badan yang tak sedap jika dikonsumsi secara teratur.

11 dari 12 halaman

Beluntas

Daun beluntas. Daunbeluntas.com

Sama seperti daun kenikir, beluntas juga bisa mengatasi bau badan, melancarkan pencernaan, dan meluruhkan keringat. Selain itu mengandung minyak atsiri yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri di dalam tubuh.

Sayuran ini biasa diolah menjadi urap sayur, pecel, botok, atau bahan jamu tradisional.

12 dari 12 halaman

Cuciwis

Ilustrasi cuciwis. Pixabay

Sayuran yang bentuknya seperti kubis mini ini memiliki tekstur yang mirip dengan brussel sprout. Selain itu kaya akan antioksidan dan bisa menyehatkan saluran cerna. [tsr]

Baca juga:
Cara Mengolah Sayur Pakis, dari Pemilihan hingga Proses Memasak
Kecil-kecil cabai rawit, microgreen nan kaya nutrisi

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini