Diskusi Kopi Depok, wadah pegiat kopi untuk saling berbagi edukasi

Senin, 16 April 2018 16:59 Reporter : Angga Yudha Pratomo
Diskusi Kopi Depok, wadah pegiat kopi untuk saling berbagi edukasi Ilustrasi kopi hijau. shutterstock

Merdeka.com - Memahami tentang dunia kopi memang tidak mudah. Dalam perkembangannya, selalu ada hal baru. Mulai dari proses pembuatan, penyajian hingga rasa kopi di dalam sebuah cangkir. Semua melalui banyak proses. Terutama untuk menikmati rasa asli kopi nusantara.

Dalam perkembangannya, rasa keingintahuan para peminum kopi semakin besar. Tak heran banyak tumbuhnya kedai kopi di tiap kota besar. Namun, wadah untuk mempelajari maupun pembahasan tentang kopi sangat kurang. Kondisi ini tengah coba dilakukan komunitas kopi di Kota Depok, Jawa Barat.

Kumpulan para pegiat kopi ini menamakan diri Diskusi Kopi Depok (DKD). Mereka sudah dua tahun belakangan ini aktif melakukan kegiatan. Membahas hingga belajar mengenai kopi. Walau banyak berisi para pemilik kedai kopi dan barista, masyarakat umum pun juga bisa ikut.

Eki Wirawan sebagai ketua DKD, merasa kehadiran publik peminum kopi di Depok tentu memiliki keuntungan sendiri. Sebab, pembahasan mereka tidak melulu mengenai proses pembuatan. Bahkan dari situ banyak ilmu didapat.

"Pada perkembangannya kita memerlukan masyarakat luas. Para jago marketing misalnya. Itu juga membantu kita dalam berbagi cara penjualan. Sampai akhirnya ke peminumnya. Karena kita ingin para peminum kopi di Depok ini ikut terlibat juga dalam gerakan kopi di Depok," kata Eki kepada merdeka.com, Senin (16/4).

Diskusi Kopi Depok 2018 Merdeka.com/instagram @diskusikopidepok


Sebagai orang malang melintang dalam industri kopi, Eki merasa di Depok hubungan para pemilik kedai maupun barista sangat rukun. Padahal di satu sisi mereka sebenarnya bersaing. Tetapi, melalui DKD ini mereka juga bisa bersinergi dan menjalin relasi. Termasuk dengan para pelanggan.

Untuk itu, dengan kehadiran DKD diharapkan masyarakat kopi di Depok mendapat ruang untuk mengetahui lebih dalam tentang kopi. Bahkan, kata Eki, tak menutup kemungkinan muncul para pelaku industri baru dari komunitasnya.

"Di sini mereka (pemilik kedai) bisa saling membantu. Misalnya saling pinjam kopi atau susu. Sehingga mereka juga saling merekomendasikan tempat kopi sekitar Depok. Banyak juga poin penting lain bisa didapat pelanggan. Pada akhirnya yang kita bangun adalah relasi terhadap customer atau penikmat dan pegiat kopi itu sendiri," ungkap Eki.

Perkembangan industri kopi di Depok memang tengah pesat. Seperti terlihat di kawasan Jalan Margonda Raya. Jejeran kedai kopi besar berjajar bersaing. Tetapi, kedai kopi kelas kecil dan menengah juga ramai bermunculan. Mereka hadir lebih dekat dengan masyarakat. Tentu dengan menawarkan kualitas tak kalah bersaing dengan kedai besar dan ternama. [ang]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini