Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

7 Bunga Cantik yang Jadi Perlambang Kematian di Berbagai Negara

7 Bunga Cantik yang Jadi Perlambang Kematian di Berbagai Negara Ilustrasi mawar merah tua. ©Flickr/Zahira

Merdeka.com - Bunga mampu berkata-kata dengan caranya sendiri. Mungkin karena itulah banyak orang yang memanfaatkannya untuk mengungkapkan perasaan, entah itu rasa cinta, simpati, atau duka cita.

Kalau ada bunga yang dianggap sebagai simbol dari hal-hal positif, tentunya ada pula bunga yang dianggap sebagai perlambang hal-hal negatif, misalnya kematian. Di setiap negara pasti ada saja bunga yang dianggap merepresentasikan kematian. Berikut ini beberapa di antaranya.

Lily putih

ilustrasi bunga lily

Ilustrasi bunga lily ©Wikimedia Commons/KENPEI

Lily putih merupakan bunga yang sangat umum digunakan saat pemakaman, terutama di Amerika dan Eropa. Bunga lily putih melambangkan simpati kepada keluarga dan kerabat yang ditinggalkan.

Aromanya yang khas kerap mengingatkan warga Eropa dan Amerika Serikat terhadap rumah pemakaman. Bahkan sampai ada produsen parfum yang membuat wewangian bertema pemakaman dengan aroma lily.

Red spider lily

bunga higanbana atau red spider lily

Bunga higanbana atau red spider lily ©Flickr/Daisuke tashiro

Di Jepang bunga yang melambangkan kematian adalah red spider lily atau higanbana. Menurut Japan Visitor, bunga yang masih termasuk keluarga amaryllis atau bakung ini biasa ditanam di pemakaman. Dulunya untuk menecegah hewan buas memangsa jasad yang masih baru, sebab umbi red spider lily mengandung racun yang cukup kuat.

Sekarang higanbana menjadi bunga kematian yang kerap dipersembahkan untuk anggota keluarga yang sudah meninggal, terutama saat perayaan equinox musim gugur.

Kamboja

ilustrasi bunga kamboja

Ilustrasi bunga kamboja ©Wikimedia Commons/Renesis

Kalau orang Jepang biasa menanam higanbana di kuburan, warga Indonesia dan Filipina menanam kamboja sekitar kompleks pemakaman. Menurut buku The Almost Complete Collection of True Singapore Ghost Stories oleh R. Lee, bunga yang memiliki nama latin Plumeria ini identik dengan hantu dan pemakaman di kedua negara tersebut.

Awalnya pohon kamboja yang memiliki bentuk batang dan bunga unik itu hanya digunakan penanda di pemakaman. Namun lambat laun kehadirannya dikait-kaitkan pula dengan hantu wanita.

Marigold

ilustrasi bunga marigold

Ilustrasi bunga marigold ©Bel-air.mx

Dilansir eHow, warga Meksiko menyebut marigold sebagai cempasuchil. Cempasuchil disebut sebagai flor de muertos (bunga kematian) karena bunga ini kerap ditanam di dekat nisan.

Marigold juga kerap menjadi hiasan saat Dia de los Muertos, festival kematian yang dirayakan setiap tahun. Biasanya marigold akan dijadikan penghias altar bagi kerabat yang sudah meninggal.

Mawar merah tua

ilustrasi mawar merah tua

Ilustrasi mawar merah tua ©Wallpaperswide.com

Menurut eHow, mawar hitam juga dikait-kaitan dengan kematian, sebab hitam merupakan warna yang identik dengan maut dan alam baka.

Namun karena mawar hitam asli tidak ada, mawar merah tua pun digunakan sebagai pengganti.

Chrysanthemum

ilustrasi bunga krisan

Ilustrasi bunga krisan ©Wikimedia Commons/WriterPat

Di sejumlah negara Eropa, chrysanthemum, krisan, atau seruni digunakan sebagai bunga untuk menyampaikan rasa duka cita. Bunga yang juga bisa digunakan sebagai teh ini biasa diberikan pelayat dalam bentuk buket kepada anggota keluarga mendiang.

Corn poppy merah

ilustrasi bunga corn poppy merah

Ilustrasi bunga corn poppy merah ©Caters News Agency

Bunga corn poppy yang berwarna merah adalah simbol tentara yang gugur pada Perang Dunia I. Bunga ini kerap dijumpai saat peringatan Perang Dunia. Pasalnya bunga poppy merah tumbuh di atas medan perang tandus yang kemudian diabadikan oleh penyair John McCrae dalam puisinya yang berjudul In Flanders Fields.

Itulah beberapa jenis bunga yang identik dengan kematian di berbagai negara.

(mdk/tsr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP