British Airways Lakukan Penerbangan Pertama dengan BBM Minyak Goreng Daur Ulang

Jumat, 17 September 2021 20:47 Reporter : Tantri Setyorini
British Airways Lakukan Penerbangan Pertama dengan BBM Minyak Goreng Daur Ulang British Airways. © Creative Commons

Merdeka.com - British Airways resmi melakukan penerbangan pertama dengan bahan bakar ramah lingkungan. Lebih tepatnya, bahan bakar dari minyak goreng bekas alias jelantah yang telah didaur ulang.

Pihak British Airways menyebut kombinasi BBM jelantah daur ulang, jalur penerbangan yang optimal, kendaraan bandara yang dialiri listrik, dan pesawat terbaru mereka telah berhasil memangkas emisi.

Dilansir Guardian (16/9/2021), penerbangan dengan rute London-Glasgow itu diklaim maskapai mampu menghasilkan emisi karbon 62 persen lebih sedikit dari perjalanan serupa yang dilakukan satu dekade lalu.

Pihak maskapai mengatakan kalau mereka telah menjadikan penerbangan netral karbon dengan mengimbangi emisi karbon dioksida. Walaupun 6,4 ton karbon dioksida masih belum bisa dipangkas tuntas, tentunya ini adalah langkah maju dalam industri penerbangan.

Penerbangan Menggunakan Sustainable Plane

Layanan ini dioperasikan sustainable plane (pesawat keberlanjutan) milik British Airways yang ramah lingkungan, yaitu Airbus A320neo. Model pesawat jarak pendek ini diklaim paling tidak bising dan hemat bahan bakar daripada armada lainnya. Bahan bakar yang digunakan adalah campuran 35 persen bahan bakar berkelanjutan (SAF).

Kontribusi lebih lanjut untuk memaksimalkan efisiensi datang dari layanan kontrol lalu lintas udara Nats yang memastikan proses lepas landas dan pendaratan tidak memerlukan waktu tunggu. Penerbangan hemat energi dan minim emisi karbon dioksida ini juga didukung kendaraan bertenaga listrik di Bandara Heathrow.

2 dari 3 halaman

Solusi Rendah Karbon di Industri Penerbangan

british airways
© Creative Commons/Curimedia | P H O T O G R A P H Y

Kepala Eksekutif BA Sean Doyle mengatakan, "Penerbangan ini menawarkan demonstrasi praktis dari kemajuan yang kami buat dalam perjalanan pengurangan karbon. Ini menandai kemajuan nyata dalam upaya kami menghilangkan karbon dan menunjukkan tekad kami untuk terus berinovasi, bekerja sama dengan pemerintah dan industri, serta mempercepat penerapan solusi rendah karbon baru."

British Airways mengatakan bahwa pengurangan emisi ini menunjukkan penurunan 34 persen jika dibandingkan penerbangan serupa dengan rute London-Edinburgh pada tahun 2010. Bahan bakar berkelanjutan yang 'emisi siklus hidup karbonnya' 80 persen lebih rendah memberi kontribusi pengurangan emisi sebesar 28 persen.

Persentase sisanya sama dengan semua penerbangan domestik British Airways. Hal ini juga diimbangi penggantian 'karbon berkualitas tinggi dan terverifikasi', meskipun sampai saat ini masih ada perdebatan tentang nilai penggantian kerugian yang ditimbulkan.

Kepala Eksekutif Heathrow John Holland-Kaye mengatakan, "Penerbangan itu menunjukkan bahwa solusi untuk memberikan penerbangan nol karbon itu ada, kita hanya perlu meningkatkannya."

Namun demikian, Cait Hewitt, Direktur Kebijakan Federasi Lingkungan Penerbangan mengatakan, "Penting untuk disadari, SAF adalah emisi bersih. Anda masih menghasilkan karbon dioksida yang keluar dari bagian belakang pesawat sebanyak yang Anda lakukan dengan bahan bakar konvensional."

"SAF yang tersedia saat ini bukanlah solusi yang terukur untuk industri, apalagi sampai dianggap sebagai solusi jangka panjang untuk mendekarbonisasi penerbangan," imbuhnya.

3 dari 3 halaman

Sudah Pernah Dilakukan Air France-KLM

 maskapai air france klm

© Creative Commons/Sidowpknbkhihj

Sebelum British Airways, maskapai Air France-KLM telah menjalankan penerbangan jarak jauh pertama dengan bahan bakar minyak jelantah pada Mei lalu. Pesawat yang digunakan menggunakan energi minyak bumi yang dicampur bahan bakar jet sintetis dari limbah minyak goreng.

Japan Today melaporkan, bahan bakar yang digunakan untuk penerbangan dari Paris, Prancis ke Montreal, Kanada itu adalah bagian dari upaya industri penerbangan bereksperimen dengan sumber alternatif. Upaya ini dilakukan karena regulator dan pemerintah banyak negara semakin memperketat aturan emisi karbon untuk beberapa dekade ke depan.

Maskapai penerbangan dan pembuat pesawat lain juga melakukan hal serupa dengan mengimplementasikan berbagai tingkat biofuel atau ragam jenis bahan bakar berkelanjutan. Jet penumpang itu lepas landas dengan bahan bakar berkelanjutan yang menyumbang 16 persen pasokan untuk perjalanan tersebut.

Reporter: Asnida Riani
Sumber: Liputan6.com [tsr]

Baca juga:
Kotak Hitam Pesawat Rimbun Air Ditemukan
Citilink Punya Aplikasi Layanan Khusus Bisnis Kargo, Ini Sederet Keunggulannya
PIA, Maskapai Asing Komersial Pertama yang Mendarat di Bandara Kabul
Kalah di Pengadilan Arbitrase, Bos Garuda Indonesia Ajukan Restrukturisasi ke Lessor
Garuda Indonesia Siapkan Langkah Lanjutan Usai Kalah di Pengadilan Arbitrase London

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini