Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Puasa Asyura atau Puasa Muharram: Anjuran, Keutamaan, dan Bacaan Niatnya

Puasa Asyura atau Puasa Muharram: Anjuran, Keutamaan, dan Bacaan Niatnya Ilustrasi puasa. iStock

Merdeka.com - Bulan Muharram sendiri merupakan salah satu dari empat bulan yang mulia dalam kalender Hijriyah selain Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Rajab. Di bulan-bulan tersebut manusia dilarang menzalimi diri sendiri dan melakukan perbuatan dosa. Alih-alih, ini adalah waktu yang tepat untuk menjalani Puasa Muharram.

Puasa Muharram ini ada dua yang paling utama, yaitu puasa Tasu'a dan Puasa Asyura. Puasa Ayura juga disebut sebagai puasa Muharram. Seperti apa anjuran, keutamaan, dan bacaan niat puasa asyura? Berikut ini akan kami bahas untuk Anda.

Anjuran Puasa Asyura

Puasa Asyura adalah ibadah puasa yang dijalankan pada tanggal 10 Muharram. Nama ini berasal dari kata Asyrah yang artinya sepuluh. Tetapi, ibadah puasa tersebut dianjurkan diawali dengan puasa Tasu'a pada 9 Muharram.

Rasulullah SAW mendorong kita melakukan puasa pada bulan Muharram sebagaimana sabdanya,

"Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam." (HR. Muslim no. 1163, dari Abu Hurairah)

Dikutip dari Harakah Islamiyah, dalam riwayat Bukhari dan Muslim, dari Abu Musa Al Asy'ari, Rasulullah SAW berkisah mengenai kebiasaan orang-orang Quraisy berpuasa saat Hari Asyura di masa jahiliyah. Rasulullah kemudian menyuruh umat Islam puasa Asyura.

"Hari Asyura adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan dijadikan oleh mereka sebagai hari raya, maka Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, 'Berpuasalah kamu sekalian pada hari itu'."

Keutamaan Puasa Asyura

asyura rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Puasa asyura adalah puasa sunah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Ada satu manfaat puasa Asyura yang disebutkan di dalam hadits.Abu Qotadah Al Anshoriy berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa Asyura, dan beliau menjawab, Puasa Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim no. 1162).

Niat Puasa Asyura

asyura rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Berikut adalah niat puasa Tasu'a dan puasa Muharram atau puasa Asyura yang dirangkum Liputan6.com dari Dream.co.id.

Niat Puasa Tasu'a

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatit tasu‘a lillahi ta‘ala.

Artinya: “Aku berniat puasa sunah Tasu‘a esok hari karena Allah SWT.” Wallahu a‘lam.

Niat Puasa Asyura

Nawaitu shauma ghadin 'an adaa'i sunnatil aasyuuraa lillaahi ta'aalaa.Artinya:"Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT."Niat ini dianjurkan dibaca malam hari sebelum melaksanakan puasa. Tetapi, tidak batal puasa sunah jika niatnya dibaca usai matahari terbit.Kewajiban membaca niat puasa di malam hari hanya berlaku untuk Puasa Ramadan. Selebihnya, termasuk niat puasa asyura, apabila kita ingin berpuasa sunah lalu mengucapkan niatnya meski sudah tampak matahari, ibadah kita tetap sah.

Sumber: Liputan6.com

(mdk/tsr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP