6 Tes Psikologi Populer di Seleksi Penerimaan Karyawan dan Tips Menghadapinya

Rabu, 6 November 2019 14:38 Reporter : Tantri Setyorini
6 Tes Psikologi Populer di Seleksi Penerimaan Karyawan dan Tips Menghadapinya Ilustrasi tes psikologi Wartegg. ©YouTube/Jorge Cogollo

Merdeka.com - Seleksi penerimaan karyawan, baik di perusahaan swasta, BUMN, atau instansi pemerintah biasanya terdiri dari beberapa tahapan. Salah satunya adalah tes psikologi yang sering juga disebut dengan istilah psikotes.

Ada beberapa jenis tes psikologi yang biasa diterapkan manajemen untuk mempermuda proses seleksi karyawan. Berikut ini beberapa di antaranya.

1 dari 12 halaman

1. Tes Psikologi Wartegg

Wartegg Test adalah tes psikologi yang ditemukan oleh Ehrig Wartegg, seorang psikolog asal Jerman.

Peserta psikotes biasanya disediakan selembar kertas bergambar delapan kotak dengan pola berlainan. Ada yang bergambar titik, garis lurus berjajar, garis tegak lurus, garis melengkung, dua garis tak beraturan, kotak hitam kecil, garis melengkung, jajaran titik yang melingkar, dan pola-pola lainnya. Biasanya peserta tes diminta untuk membuat gambar dari pola-pola yang tersedia tersebut.

2 dari 12 halaman

Tips Menghadapi Tes Psikologi Wartegg

Jika ingin menyelesaikan tes psikologi Wartegg dengan baik, ada baiknya jika Anda memahami arti dari pola-pola tersebut.

  • Titik kecil menggambarkan kelincahan, atau pusat.
  • Garis lurus berjejeran merupakan gambaran keinginan untuk memperbaiki diri. Menggambar anak tangga bisa menunjukkan keinginan tersebut dengan baik.
  • Garis tegak lurus merupakan simbol dari ketepatan dalam memecahkan masalah.
  • Garis melengkung mewakili kebijaksanaan dan kebesaran.
  • Kotak kecil berwarna hitam mencerminkan kekuatan konstruksi
  • Jajaran titik adalah cerminan kehati-hatian dalam memperlakukan suatu masalah atau objek.
  • Garis melengkung seperti huruf S tak sempurna mewakili kebebasan dan fleksibilitas.
3 dari 12 halaman

2. Tes Psikologi DAM (Draw A Man)

Draw A Man Test atau tes DAM adalah jenis psikotes di mana peserta diminta menggambar manusia. Tes ini bertujuan mengetahui tingkat kepercayaan diri, tanggung jawab, ketahanan, dan kestabilan seseorang dalam bekerja.

4 dari 12 halaman

Tips Menghadapi Tes Psikologi DAM

Jika Anda diminta untuk menggambar manusia saat psikotes, sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut.

  • Gambar manusia di bagian tengah kertas.
  • Gambarlah manusia dengan jenis kelamin yang sama dengan Anda.
  • Gambarkan manusia tersebut dengan profesi dan atribut profesinya secara mendetail.
  • Gambar manusia yang sedang melakukan aktivitas tertentu.
  • Gambarlah secara lengkap dengan setiap anggota tubuhnya.
5 dari 12 halaman

3. Tes Koran/Kraepelien/Pauli

Biasa disebut tes koran, Kraepelien, atau Pauli. Berupa sederet angka yang disusun secara vertikal pada selembar kertas seukuran koran. Peserta tes lantas diminta untuk menjumlahkan dan menulis hasilnya di samping angka-angka tersebut.

Tes koran yang biasa digunakan untuk seleksi penerimaan karyawan terdiri dari dua jenis, yaitu tes Kraepelien dan Pauli. Tes Kraepelien dilakukan dengan menjumlahkan angka dari bawah ke atas. Peserta harus mulai mengerjakan perhitungan di kolom selanjutnya jika penyelenggara tes berseru, "Pindah!"

Sebaliknya, tes Pauli dilakukan dengan menjumlahkan angka dari atas ke bawah. Peserta harus mulai mengerjakan perhitungan di kolom selanjutnya jika penyelenggara tes berseru, "Garis!"

6 dari 12 halaman

Tips Menghadapi Tes Koran/Kraepelien/Pauli

Inti dari tes koran adalah mengetahui ketahanan mental peserta lewat tes kemampuan dasar menghitung cepat. Hal yang paling dibutuhkan saat menjalani tes ini adalah konsentrasi. Cara terbaik adalah berlatih tes Kraepelien dan Pauli secara teratur, jadi Anda lebih siap saat menghadapinya di psikotes nanti.

7 dari 12 halaman

4. Tes Logika Penalaran (Deret Gambar)

Tes ini melibatkan serangkaian gambar dua dimensi atau tiga dimensi dengan pola dan warna berbeda di setiap sisinya. Tujuan tes yang satu ini adalah mengukur kemampuan calon karyawan dalam menganalisis dan memahami pola.

8 dari 12 halaman

Tips Logika Penalaran (Deret Gambar)

Anda harus benar-benar teliti dan hati-hati dalam mengerjakan tes ini. Namun jangan sampai terpaku pada satu soal dan menghabiskan waktu di sana. Anda bisa kehabisan waktu.

Latihlah kemampuan Anda dalam memahami pola pada deret gambar dengan membuat batasan waktu untuk menyelesaikan setiap soal. Lalu ukurlah berapa detik yang Anda habiskan untuk menjawab satu soal.

9 dari 12 halaman

5. Tes Logika Aritmatika (Deret Angka)

Psikotes yang satu ini melibatkan sederet angka yang sekilas terlihat acak. Lantas Anda diminta untuk meneruskan deret tersebut dengan menuliskan satu angka berikutnya.

10 dari 12 halaman

Tips Logika Aritmatika (Deret Angka)

Ada beberapa rumus deret hitung yang bisa Anda hapalkan dan terapkan untuk memecahkan soal-soal di tes logika artimatika. Latihlah kemampuan Anda dengan soal-soal tes yang bisa didapat secara online.

Sama seperti tes tes logika penalaran, jangan sampai terpaku pada satu soal dan menghabiskan waktu di sana.

11 dari 12 halaman

7. BAUM Tree Test

Pada BAUM Tree Test atau tes menggambar pohon, peserta psikotes akan diberi selembar kertas dan pensi, kemudian diminta menggambar sebatang pohon dengan beberapa persyaratan.

12 dari 12 halaman

Tips Menghadapi BAUM Tree Test

  • Sebaiknya gambarlah pohon di bagian tengah. Pohon yang letaknya condong ke kiri menunjukkan sifat introvert. Sementara pohon yang cenderung ke kanan menunjukkan sifat terbuka berlebihan. Pohon yang terlalu ke atas juga kurang bagus, karena menunjukkan si penggambar terlalu suka berkhayal.
  • Gambar pohon dengan akar yang besar dan dalam menunjukkan stabilitas.
  • Gambar batang pohon yang cukup besar, tidak terlalu kurus dan tidak terlalu besar.
  • Gambar pohon dengan daun yang cukup banyak, tetapi tidak terlalu lebat dan jangan diarsir atau digelapkan.
  • Ranting yang terbuka seperti pipa, terlalu banyak cabang, atau tajam seperti pisau juga dianggap kurang ideal.

Demikian tes-tes psikologi yang sering dikeluarkan saat seleksi penerimaan karyawan baru dan tips untuk menyelesaikannya.

Sumber: InspirasiKerja.com, TOG Indonesia, Karyawanesia, Guru Pendidikan [tsr]

Baca juga:
Penjelasan Psikolog Mengapa Badut Menyeramkan Bagi Sebagian Orang
Nomophobia, Ketakutan yang Kamu Alami Ketika Takut Jauh dari Ponsel
Berkumpul Bersama Teman dan Keluarga Bisa Buat Seseorang Jadi Kebanyakan Makan

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini