KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

5 Alasan kamu tetap harus pakai otak meskipun lagi jatuh cinta

Kamis, 14 September 2017 02:02 Reporter : Tantri Setyorini
Ilustrasi pasangan. © Creative Commons/Chealse V

Merdeka.com - Jatuh cinta memang benar-benar luar biasa sensasinya. Rasanya seperti segala jenis emosi campur aduk menjadi satu. Tangan jadi berkeringat dingin, jantung berdebar kencang, hingga perut pun terasa mulas setiap kali melihatnya.

Jatuh cinta memang terasa indah. Tetapi jangan terlalu larut dalam kenikmatannya. Justru di saat inilah kamu harus mengingat nasihat dari para pecinta yang sudah berpengalaman. Love with your brain, not your heart. Tetaplah berpikir rasional meskipun kamu sedang dilanda asmara. Berikut ini beberapa alasannya.

Untuk mengenali 'tanda bahaya' sejak dini

Bukan tidak mungkin kita jatuh cinta dengan orang yang salah. Dia yang kurang sesuai bagi kita atau malah seseorang yang berniat buruk kepada kita. Kelewat menuruti perasaan bisa membuat kita mengabaikan 'sinyal-sinyal bahaya' yang dirasakan oleh naluri. Akibatnya kita jadi terjebak di dalam hubungan yang disfungsional atau bahkan bisa merugikan kita di kemudian hari.

Untuk mengetahui apakah hubungan tersebut sesuai untukmu atau tidak

Kadang kita jatuh cinta pada orang yang tepat. Tetapi kondisinya yang tak tepat. Hubungannya yang belum sesuai. Hanya dengan akal sehat kamu bisa menyadari akar dari permasalahan di dalam hubungan cintamu. Dengan cara inilah pikiran rasional akan membantumu mencari solusi yang paling masuk akal.

Karena masih banyak hal lain yang perlu dipikirkan

Hidup bukan melulu soal cinta. Sebagai manusia, kamu punya segudang tanggung jawab yang harus dipikirkan pula. Ada pekerjaan yang harus segera diselesaikan serta mimpi yang harus dikejar. Kelewat fokus dengan emosi menggebu-gebu karena cinta hanya akan membuatmu terdistraksi dari tugas dan kewajiban yang harus kamu jalani. Dan kamu akan membayar mahal untuk kelalaian ini di kemudian hari.

Emosi membuatmu mengambil keputusan yang keliru

Cinta mengaktifkan berbagai hormon yang bisa membuat akal sehat 'berkabut'. Dalam kondisi seperti ini, kita jadi kurang objektif dalam mengambil keputusan. Ingatlah, keputusan terbaik tidak diambil dalam kondisi emosional.

Kadang cinta membuat kita berubah jadi orang lain

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, cinta membangkitkan berbagai hormon yang ada di dalam tubuh. Serangan dopamine, serotonin, adrenalin, dan hormon-hormon lainnya terbukti secara ilmiah bisa membuatmu jadi orang yang berbeda. Membuatmu kehilangan arah, perlahan-lahan berubah menjadi seperti dirinya, menurunkan standar, bahkan menanggalkan satu demi satu idealismemu hanya karena takut kehilangan dia.

Jangan sampai kehilangan jati diri hanya karena kamu sedang jatuh cinta. [tsr]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.