Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Seperti Ini Wajah Para Penguasa Romawi Kuno saat Direka Ulang dengan Teknologi Modern

Seperti Ini Wajah Para Penguasa Romawi Kuno saat Direka Ulang dengan Teknologi Modern

sejarah

merdeka.com
Geser ke atas untuk membaca
Seperti Ini Wajah Para Penguasa Romawi Kuno saat Direka Ulang dengan Teknologi Modern

Haroun Binous, seorang mahasiswa farmasi dan seniman digital dari Tunisia telah mereka ulang wajah para penguasa Romawi kuno dengan bantuan Photoshop dan AI. Semuanya tampak begitu realistis seperti potret yang diambil di zaman modern. Misalnya potret Hadrianus, kaisar yang mengubah nama Iudea menjadi Palestina.

Seperti Ini Wajah Para Penguasa Romawi Kuno saat Direka Ulang dengan Teknologi Modern

Saat ini, Binous sedang menempuh pendidikan di Lausanne, Swiss. Pemuda ini memang tertarik dengan sejarah Kerajaan Romawi sejak kecil. Cerita-cerita kejayaan kaisar seperti Augustus telah memikatnya sejak usia dini.

Seperti Ini Wajah Para Penguasa Romawi Kuno saat Direka Ulang dengan Teknologi Modern

Keinginan Binous untuk memulai proyek tersebut dimulai dari momen ketika dia mencoba mencari potret rekonstruksi wajah para kaisar Romawi kuno di internet. Namun dia tak menemukan satu pun. Potret rekonstruksi wajah seperti Tiberius ini misalnya, tak satu pun dia temukan.

Seperti Ini Wajah Para Penguasa Romawi Kuno saat Direka Ulang dengan Teknologi Modern

Kemudian Binous iseng mempelajari berbagai teknologi modern untuk membuat potret rekonstruksi wajah Augustus, Caligula, sampai Nero yang tersohor karena membakar kota Roma sampai habis itu. Dia juga mendapat bantuan dari artis Daniel Voshart yang membuat proyek sejenis.

Seperti Ini Wajah Para Penguasa Romawi Kuno saat Direka Ulang dengan Teknologi Modern

Hal pertama yang dilakukannya adalah mencari patung dada para kaisar Romawi sebanyak mungkin. Setelah itu, potret diproses dengan Photoshop dan ditransfer ke platform AI untuk sentuhan akhir. Hasil akhirnya seperti potret Konstantin Agung ini.

Seperti Ini Wajah Para Penguasa Romawi Kuno saat Direka Ulang dengan Teknologi Modern

Setelah menemui serangkaian kegagalan dan mencoba terus-menerus, akhirnya Binous berhasil melampaui harapannya sendiri. Hasilnya adalah lebih dari enam puluh potret kaisar Romawi yang disusun berurutan, termasuk Caligula si kaisar gila. Setiap potret menyertakan patung dan artefak yang digunakannya sebagai sumber inspirasi.

Seperti Ini Wajah Para Penguasa Romawi Kuno saat Direka Ulang dengan Teknologi Modern

Butuh waktu lebih dari delapan bulan baginya untuk menyelesaikan proyek tersebut. Masing-masing potret memerlukan waktu pengerjaan sekitar tiga hari. Begitu juga dengan potret Commodus, kaisar yang dianggap membawa Romawi ke akhir masa jayanya ini.

Album
Album "Menari dengan Bayangan" Hindia Diangkat ke Layar Lebar, Siap Digarap Palari Films

Album debut Hindia, "Menari dengan Bayangan", akan diadaptasi menjadi film layar lebar oleh Palari Films. Proyek ini menjanjikan perjalanan baru bagi karya Baskara Putra.

Baca Selengkapnya
Mahasiswa Vokasi UI Raih Penghargaan Foto 'Ojek Payung', Abadikan Ketangguhan Hidup
Mahasiswa Vokasi UI Raih Penghargaan Foto 'Ojek Payung', Abadikan Ketangguhan Hidup

Mahasiswa Vokasi UI raih penghargaan foto nasional dengan karya 'Ojek Payung' yang artistik, menyoroti ketangguhan hidup. Simak kisah inspiratif di balik lensa!

Baca Selengkapnya
Ternyata Layanan Antar Makanan Sudah Ada Sejak 1.000 Tahun Lalu di China
Ternyata Layanan Antar Makanan Sudah Ada Sejak 1.000 Tahun Lalu di China

Ternyata, di masa lalu, China kuno telah memiliki layanan pengantaran makanan yang mirip dengan ojek online, jauh sebelum adanya teknologi internet.

Baca Selengkapnya
Pemkab Bantul Ajak Refleksi Sejarah dalam Peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara
Pemkab Bantul Ajak Refleksi Sejarah dalam Peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara

Pemerintah Kabupaten Bantul menggelar upacara Peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara sebagai momentum refleksi perjuangan pahlawan dan pemaknaan kedaulatan di era modern.

Baca Selengkapnya
Menjelajahi Pesona Bursa: Paduan Sejarah dan Keindahan Alam di Jantung Anatolia
Menjelajahi Pesona Bursa: Paduan Sejarah dan Keindahan Alam di Jantung Anatolia

Temukan Pesona Bursa, kota bersejarah di Turki yang memadukan warisan Kekaisaran Ottoman dengan keindahan alam menakjubkan. Jelajahi Iznik hingga Gunung Uludag yang memukau.

Baca Selengkapnya
Masjid Shirathal Mustaqiem Samarinda: Kisah Ulama Ubah Kampung Maksiat Jadi Poros Ibadah Tertua
Masjid Shirathal Mustaqiem Samarinda: Kisah Ulama Ubah Kampung Maksiat Jadi Poros Ibadah Tertua

Telusuri sejarah inspiratif Masjid Shirathal Mustaqiem Samarinda, dari sebuah kampung maksiat menjadi pusat ibadah tertua berkat keteladanan ulama Said Abdurachman bin Assegaf, Pangeran Bendahara.

Baca Selengkapnya
Kelenteng Jamblang Cirebon: Saksi Bisu Sejarah Multikultural Jawa Barat
Kelenteng Jamblang Cirebon: Saksi Bisu Sejarah Multikultural Jawa Barat

Wakil Ketua DPRD Jabar menyoroti nilai historis Kelenteng Jamblang Cirebon, bangunan kuno yang menjadi saksi bisu perpaduan budaya dan agama di Tanah Pasundan.

Baca Selengkapnya
Perayaan Imlek Aceh Tamiang Pascabencana Banjir, Tetap Khidmat dalam Kesederhanaan
Perayaan Imlek Aceh Tamiang Pascabencana Banjir, Tetap Khidmat dalam Kesederhanaan

Masyarakat Tionghoa di Aceh Tamiang merayakan Tahun Baru Imlek 2577 dengan sederhana di Kelenteng Seruway, menyusul pemulihan pascabencana banjir yang melanda wilayah tersebut.

Baca Selengkapnya
Soekarno Run 2026 Beri Beasiswa Rp100 Juta, Dorong Prestasi Pelajar dan Akses Pendidikan
Soekarno Run 2026 Beri Beasiswa Rp100 Juta, Dorong Prestasi Pelajar dan Akses Pendidikan

Soekarno Run 2026 mengukir sejarah dengan memberikan beasiswa pendidikan senilai Rp100 juta kepada 20 pelari pelajar tercepat, menegaskan komitmen pada prestasi dan akses pendidikan bagi generasi muda.

Baca Selengkapnya
Pemeran Musikal Perahu Kertas Bertekad Penuhi Ibadah Puasa, Harap Doa Terkabul
Pemeran Musikal Perahu Kertas Bertekad Penuhi Ibadah Puasa, Harap Doa Terkabul

Para pemeran Musikal Perahu Kertas, termasuk Dewara Zaqqi dan Alya Syahrani, mengungkapkan tekad kuat untuk menjalankan ibadah puasa penuh di bulan Ramadan, berharap segala harapan dan doa dapat terkabul.

Baca Selengkapnya
Pola yang Berulang, Siasat Licik Amerika di Venezuela Termasuk di Indonesia
Pola yang Berulang, Siasat Licik Amerika di Venezuela Termasuk di Indonesia

Pengamat isu internasional menilai AS kerap menerapkan pola strategi yang sama untuk menguasai sumber daya alam di negara lain.

Baca Selengkapnya
Mengapa Tahun Baru Jatuh pada 1 Januari? Ini Sejarah dan Alasannya
Mengapa Tahun Baru Jatuh pada 1 Januari? Ini Sejarah dan Alasannya

Simak sejarah, asal-usul, dan alasan penetapannya yang melibatkan dewa Romawi kuno dan reformasi kalender yang membuat penasaran.

Baca Selengkapnya