Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Semringah Kim Jong-un dan Moon Jae-in sepakati era tanpa perang

Semringah Kim Jong-un dan Moon Jae-in sepakati era tanpa perang

Kim Jong-un

merdeka.com
Geser ke atas untuk membaca
Semringah Kim Jong-un dan Moon Jae-in sepakati era tanpa perang

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in setelah menandatangani kesepakatan bersama di Pyongyang, Korea Utara, Rabu (19/9). Dalam kesepakatan tersebut, Korea Utara berjanji akan menghancurkan fasilitas uji coba nuklir Tongchang-ri dan Yongbyon yang diyakini sebagai lokasi produksi materi rudal nuklir. Namun, hal tersebut akan dilakukan jika Amerika Serikat juga bertindak sesuai perjanjian.

Semringah Kim Jong-un dan Moon Jae-in sepakati era tanpa perang

Keakraban Kim Jong-un dan Moon Jae-in saat berjalan menuju ruang pertemuan. Sebelum penandatanganan kesepakatan tersebut, Kim dan Moon menyempatkan berbincang berdua.

Semringah Kim Jong-un dan Moon Jae-in sepakati era tanpa perang

Kim dan Moon duduk berhadapan saat berbincang berdua. Perbincangan itu memakan waktu sekitar 70 menit.

Semringah Kim Jong-un dan Moon Jae-in sepakati era tanpa perang

Di hadapan awak media, Moon mengatakan, dirinya dan Kim berjanji akan membawa perdamaian ke Semenanjung Korea untuk selamanya.

Semringah Kim Jong-un dan Moon Jae-in sepakati era tanpa perang

Mereka juga sepakat mengumumkan perjanjian non militer, termasuk rencana menjadi tuan rumah bersama pada Olimpiade Musim Semi 2032.

Semringah Kim Jong-un dan Moon Jae-in sepakati era tanpa perang

Tak hanya itu, mereka juga berjanji akan membangun jalur kereta dan jalan yang menghubungkan dua negara dalam setahun ke depan.

Semringah Kim Jong-un dan Moon Jae-in sepakati era tanpa perang

"Era tanpa perang kini sudah dimulai," kata Moon.

Semringah Kim Jong-un dan Moon Jae-in sepakati era tanpa perang

"Dunia akan melihat bagaimana dua negara yang terbelah akan menyambut masa depan barunya," ujar Kim disambut tepuk tangan hadirin, seperti dilansir laman CNN, Rabu (19/9).

Mantan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Divonis 30 Tahun Penjara Kasus Drone Militer ke Korut
Mantan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Divonis 30 Tahun Penjara Kasus Drone Militer ke Korut

Pengadilan Distrik Pusat Seoul telah memutuskan untuk menjatuhkan vonis terhadap Yoon Suk Yeol.

Baca Selengkapnya
Bertemu Kim Jong Un, Xi Jinping Paparkan 4 Agenda Strategis
Bertemu Kim Jong Un, Xi Jinping Paparkan 4 Agenda Strategis

Xi Jinping bertemu Kim Jong Un di Pyongyang dan menegaskan komitmen memperkuat hubungan China-Korea Utara di bidang ekonomi dan strategis.

Baca Selengkapnya
FOTO: Pyongyang Sambut Kunjungan Presiden Xi Jinping Setelah Tujuh Tahun
FOTO: Pyongyang Sambut Kunjungan Presiden Xi Jinping Setelah Tujuh Tahun

Presiden China Xi Jinping memulai kunjungan luar negeri pertamanya tahun ini dengan mengunjungi Korea Utara.

Baca Selengkapnya
Kim Jong Un Semakin Agresif, Tingkatkan Produksi Senjata Nuklir Korea Utara
Kim Jong Un Semakin Agresif, Tingkatkan Produksi Senjata Nuklir Korea Utara

Kim mengklaim bahwa kapasitas produksi material nuklir tingkat senjata Korea Utara telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam lima tahun terakhir.

Baca Selengkapnya
Kim Jong Un Semakin Agresif, Tingkatkan Produksi Senjata Nuklir Korea Utara
Kim Jong Un Semakin Agresif, Tingkatkan Produksi Senjata Nuklir Korea Utara

Kim mengklaim bahwa kapasitas produksi material nuklir tingkat senjata Korea Utara telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam lima tahun terakhir.

Baca Selengkapnya
Makin Tegang, Korea Utara Mau Kerahkan Artileri Baru di Perbatasan Korsel
Makin Tegang, Korea Utara Mau Kerahkan Artileri Baru di Perbatasan Korsel

Apa yang menjadi alasan Korea Utara mengerahkan artileri di daerah perbatasan?

Baca Selengkapnya
Makin Tegang, Korea Utara Mau Kerahkan Artileri Baru di Perbatasan Korsel
Makin Tegang, Korea Utara Mau Kerahkan Artileri Baru di Perbatasan Korsel

Apa yang menjadi alasan Korea Utara mengerahkan artileri di daerah perbatasan?

Baca Selengkapnya
Gara-Gara Konten Asing, Eksekusi Mati di Korea Utara Meningkat 250 Persen
Gara-Gara Konten Asing, Eksekusi Mati di Korea Utara Meningkat 250 Persen

Terjadi peningkatan signifikan dalam penerapan hukuman mati yang berkaitan dengan budaya asing, agama, dan "takhayul" di Korea Utara.

Baca Selengkapnya
Gara-Gara Konten Asing, Eksekusi Mati di Korea Utara Meningkat 250 Persen
Gara-Gara Konten Asing, Eksekusi Mati di Korea Utara Meningkat 250 Persen

Terjadi peningkatan signifikan dalam penerapan hukuman mati yang berkaitan dengan budaya asing, agama, dan "takhayul" di Korea Utara.

Baca Selengkapnya
Usai Kim Jong-Un Sebut Korsel Negara Paling Bermusuhan, Korut Hapus Aturan Penyatuan dengan Seoul di Konstitusi
Usai Kim Jong-Un Sebut Korsel Negara Paling Bermusuhan, Korut Hapus Aturan Penyatuan dengan Seoul di Konstitusi

Tindakan ini dapat diartikan sebagai usaha Korea Utara untuk mengadopsi kebijakan yang lebih agresif terhadap Korea Selatan.

Baca Selengkapnya
Usai Kim Jong-Un Sebut Korsel Negara Paling Bermusuhan, Korut Hapus Aturan Penyatuan dengan Seoul di Konstitusi
Usai Kim Jong-Un Sebut Korsel Negara Paling Bermusuhan, Korut Hapus Aturan Penyatuan dengan Seoul di Konstitusi

Tindakan ini dapat diartikan sebagai usaha Korea Utara untuk mengadopsi kebijakan yang lebih agresif terhadap Korea Selatan.

Baca Selengkapnya
Kim Jong-un Puji Tindakan Bunuh Diri Tentara Korea Utara dalam Perang Rusia-Ukraina
Kim Jong-un Puji Tindakan Bunuh Diri Tentara Korea Utara dalam Perang Rusia-Ukraina

Korea Selatan memperkirakan bahwa sekitar 15.000 tentara Korea Utara telah dikirim oleh Kim Jong Un untuk memberikan bantuan kepada Rusia di wilayah Kursk.

Baca Selengkapnya