Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Profil

Essam Sharaf

Profil Essam Sharaf | Merdeka.com


Essam dilahirkan di kota Giza, Mesir, pada tahun 1952. Dia mendapatkan gelar sarjananya dalam bidang Teknik Sipil dari Cairo University, lalu melanjutkan S2 dan S3 di Purdue University. Dia mendapatkan gelar Ph.D pada tahun 1984.

Pada tahun 1985, Essam menjadi asisten profesor dalam Teknik Jalan Raya dan Lalu Lintas di University of Cairo. Pada tahun 1990, Essam menjadi asisten profesor dalam bidang Teknik Sipil di King Saud University di Arab Saudi.

Essam kembali ke University of Cairo pada tahun 1991 dan menjadi profesor Teknik Jalan Raya pada tahun 1996 sambil bekerja sebagai penasihat senior di jurusan Transportasi & Penerbangan di Zuhair Fayez Partnership (ZFP) di Jeddah. Sebelumnya, Essam juga sempat menjadi penasihat senior Menteri Transportasi Mesir pada tahun 1999 dan Penasihat Teknis Senior di area Al Ain di Uni Emirat Arab pada tahun 2003.

Sejak tanggal 13 Juli 2004 hingga 31 Desember 2005, Essam menjadi Menteri Transportasi Mesir. Dia mengundurkan diri karena perbedaan pendapat yang meruncing antara dirinya dan Perdana Menteri Ahmed Nazif. Setelah mengundurkan diri, Essam kembali ke dunia akedemis dengan menerima tawaran di Cairo University. Di sana, dia terkenal sebagai kritikus yang vokal terhadap rezim Mubarak.

Essam juga hadir dan aktif dalam protes yang dilangsungkan di Lapangan Tahrir selama Revolusi 2011. Hal ini mengangkat dirinya sebagai pimpinan pergerakan demokrasi dan menjadi salah satu calon kuat pengganti Perdana Menteri Ahmed Shafik.

Oleh Dewan Militer yang memimpin Mesir, Essam diminta membentuk sebuah pemerintahan pada tanggal 3 Maret 2011 setelah Ahmed Shafik mengundurkan diri. Pada 4 Maret, dia menunjuk sekelompok aktivis pro-demokrasi di Lap. Tahrir tepat setelah shalat Jumat.

Meskipun Essam sebelumnya merupakan pemimpin protes di Lap. Tahrir, di akhir masa jabatannya, dia tenar sebagai seorang anti-revolusi.

Masalah terbesarnya adalah mereformasi perangkat keamanan negara. Meskipun dia telah memberhentikan 300 pegawai tingkat tinggi, tantangan terbesarnya adalah membongkar perangkat Keamanan negara yang kuat dan jahat.

Dalam pemerintahannya, Essam juga menghadapi beberapa insiden besar. Termasuk kasus Sectarian Violence dan Insiden Korban Revolusi.

Akhirnya, karena tidak tahan dengan tekanan yang dihadapinya, Essam mengajukan pengunduran diri pada 21 November 2011, hanya 6 hari sebelum pemilihan anggota parlemen Mesir 2011-2012 yang ditunggu-tunggu.

Riset dan Analisa oleh Noviana Indah Tri Wahyuni

Profil

  • Nama Lengkap

    Essam Sharaf

  • Alias

    No Alias

  • Agama

    Islam

  • Tempat Lahir

    Giza, Mesir

  • Tanggal Lahir

    0000-00-00

  • Zodiak

    -

  • Warga Negara

    Mesir

  • Biografi


    Essam dilahirkan di kota Giza, Mesir, pada tahun 1952. Dia mendapatkan gelar sarjananya dalam bidang Teknik Sipil dari Cairo University, lalu melanjutkan S2 dan S3 di Purdue University. Dia mendapatkan gelar Ph.D pada tahun 1984.

    Pada tahun 1985, Essam menjadi asisten profesor dalam Teknik Jalan Raya dan Lalu Lintas di University of Cairo. Pada tahun 1990, Essam menjadi asisten profesor dalam bidang Teknik Sipil di King Saud University di Arab Saudi.

    Essam kembali ke University of Cairo pada tahun 1991 dan menjadi profesor Teknik Jalan Raya pada tahun 1996 sambil bekerja sebagai penasihat senior di jurusan Transportasi & Penerbangan di Zuhair Fayez Partnership (ZFP) di Jeddah. Sebelumnya, Essam juga sempat menjadi penasihat senior Menteri Transportasi Mesir pada tahun 1999 dan Penasihat Teknis Senior di area Al Ain di Uni Emirat Arab pada tahun 2003.

    Sejak tanggal 13 Juli 2004 hingga 31 Desember 2005, Essam menjadi Menteri Transportasi Mesir. Dia mengundurkan diri karena perbedaan pendapat yang meruncing antara dirinya dan Perdana Menteri Ahmed Nazif. Setelah mengundurkan diri, Essam kembali ke dunia akedemis dengan menerima tawaran di Cairo University. Di sana, dia terkenal sebagai kritikus yang vokal terhadap rezim Mubarak.

    Essam juga hadir dan aktif dalam protes yang dilangsungkan di Lapangan Tahrir selama Revolusi 2011. Hal ini mengangkat dirinya sebagai pimpinan pergerakan demokrasi dan menjadi salah satu calon kuat pengganti Perdana Menteri Ahmed Shafik.

    Oleh Dewan Militer yang memimpin Mesir, Essam diminta membentuk sebuah pemerintahan pada tanggal 3 Maret 2011 setelah Ahmed Shafik mengundurkan diri. Pada 4 Maret, dia menunjuk sekelompok aktivis pro-demokrasi di Lap. Tahrir tepat setelah shalat Jumat.

    Meskipun Essam sebelumnya merupakan pemimpin protes di Lap. Tahrir, di akhir masa jabatannya, dia tenar sebagai seorang anti-revolusi.

    Masalah terbesarnya adalah mereformasi perangkat keamanan negara. Meskipun dia telah memberhentikan 300 pegawai tingkat tinggi, tantangan terbesarnya adalah membongkar perangkat Keamanan negara yang kuat dan jahat.

    Dalam pemerintahannya, Essam juga menghadapi beberapa insiden besar. Termasuk kasus Sectarian Violence dan Insiden Korban Revolusi.

    Akhirnya, karena tidak tahan dengan tekanan yang dihadapinya, Essam mengajukan pengunduran diri pada 21 November 2011, hanya 6 hari sebelum pemilihan anggota parlemen Mesir 2011-2012 yang ditunggu-tunggu.

    Riset dan Analisa oleh Noviana Indah Tri Wahyuni

  • Pendidikan

    • Cairo University,
    • Purdue University

  • Karir

  • Penghargaan

Geser ke atas Berita Selanjutnya