Xanana Gusmao Kenang Pesan Habibie Bagi Pembangunan Timor Leste

Minggu, 15 September 2019 19:34 Reporter : Merdeka
Xanana Gusmao Kenang Pesan Habibie Bagi Pembangunan Timor Leste Xanana Gusmao Ziarah ke Makam Habibie. ©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Pelopor kemerdekaan Timor Leste, Xanana Gusmao mengenang sosok Presiden ke-3 RI BJ Habibie sebagai tokoh yang berjasa bagi negerinya. Xanana masih mengingat pesan mendiang BJ Habibie bagi pembangunan Timor Leste, setelah wilayah itu berpisah dari Indonesia melalui referendum.

"Saya terharu sekali dengan pemikiran kakak saya. Beliau bilang, 'Xanana, menurut saya kalian harus memperhatikan pendidikan dan di zaman sekarang ini lebih memfokuskan pada teknologi dan sains," kenang Xanana, ketika melayat ke kediaman Habibie Sabtu (14/9) malam.

Timor Leste berpisah dari Indonesia sejak 20 tahun lalu. Dahulu, wilayah itu bernama Timor Timur. Menjelang kemerdekaan Timor Leste, Xanana Gusmao masih mendekam di penjara Cipinang. Ia menjadi tahanan politik sejak 1992.

Selepas Soeharto lengser pada Mei 1998, jabatan presiden RI secara otomatis diturunkan kepada Habibie yang ketika itu menjadi wakil presiden. Setahun menjabat, Habibie memutuskan mengadakan referendum untuk Timor Leste, pada 30 Agustus 1999. Hasilnya, mayoritas rakyat Timor Leste memilih untuk memisahkan diri dari Republik Indonesia.

"Tahun 1999 saya 'warga negara' Cipinang. Waktu beliau (Habibie) bilang kasih kepada rakyat Timor Leste hak untuk memilih (referendum)," ujar Xanana.

Kebahagiaan dirasa Xanana ketika perjuangannya sejak tahun 1980 akhirnya tercapai. Timor Leste akhirnya bisa menentukan nasibnya sendiri.

Setelah referendum terlaksana, Xanana pun dibebaskan. Ia kemudian diangkat sebagai presiden pertama untuk Timor Leste.

Bagi Xanana, Habibie bukan hanya berjasa bagi kemerdekaan Timor Leste, tetapi juga menjadi sahabat yang sangat dicintainya. "Habibie artinya mencintai dan dicintai," tuturnya.

Nama Habibie bahkan diabadikan menjadi nama sebuah jembatan di Dili. Di sana, nama Habibie sekaligus menjadi simbol teknologi.

"Pada jembatan Habibie di Dili, di situ ada satu simbol teknologi untuk memberitahu bahwa Habibie adalah seorang yang demokratis dan Bapak Teknologi," katanya.

Kepulangan Habibie menghadap Sang Kuasa meninggalkan kesedihan mendalam bagi Xanana. "Saya tidak akan melupakan pertemuan kami terakhir," tutup dia.

Sumber: Liputan6.com
Reporter Magang: Anindya Wahyu Paramita [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini