Warga Korsel diduga masih terjebak di reruntuhan gempa Palu

Kamis, 4 Oktober 2018 18:23 Reporter : Teresa Rachel
Warga Korsel diduga masih terjebak di reruntuhan gempa Palu Tsunami Palu. ©AFP/Jewel Samad

Merdeka.com - Gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter di Palu, Sulawesi Tengah telah menewaskan 1.411 orang. Di antara korban tersebut, terdapat 120 orang warga negara asing yang berada di wilayah tersebut saat terjadinya bencana gempa dan tsunami.

"Dari 120 orang, 119 orang di antaranya dapat dihubungi dan diketahui keberadaannya. Namun, satu orang WNA asal Korea Selatan belum ditemukan. Diduga WNA terjebak di reruntuhan gempa, dan hingga saat ini tim SAR terus melakukan pencarian," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nassir atau akrab disapa Tata saat menggelar jumpa pers di Kementerian Luar Negeri Jakarta Pusat, Rabu (4/10).

Tata menjelaskan, sebagian besar dari para WNA telah dievakuasi keluar dari Palu, hanya beberapa yang masih bertahan atas permintaan pribadi.

Gempa Palu yang terjadi 28 September lalu menyebabkan kerusakan besar di Ibu Kota Palu dan kabupaten Donggala.

Dahsyatnya bencana ini membuat beberapa negara ikut merasa prihatin. Bahkan, berbagai negara juga sudah menawarkan bantuan untuk Indonesia baik secara langsung maupun melalui Satuan Tugas di lapangan.

"Tim nasional sudah menghitung apa-apa saja dibutuhkan. Saat ini, bantuan asing yang dibutuhkan adalah pesawat angkut jenis c130, tenda pengungsi, pemurni air, genset, dan rumah sakit lapangan beserta peralatan medisnya," Tata.

Dia menjelaskan sejauh ini sudah ada 18 negara secara spesifik menyampaikan daftar bantuan kepada pemerintah Indonesia. [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini