Unjuk rasa pelajar Bangladesh berujung bentrok, 115 orang terluka
Merdeka.com - Sebanyak 115 remaja Bangladesh mengalami cedera dalam unjuk rasa yang digelar kemarin. Aksi unjuk rasa yang semula damai itu berujung bentrok ketika polisi menembakkan peluru karet dan gas air mata kepada para demonstran.
"Kami telah menangani lebih dari 115 pelajar yang cedera sejauh ini. Beberapa dari mereka berada dalam kondisi yang sangat buruk akibat terkena peluru karet," kata dokter, Abdul Shabbir, dikutip dari laman Asia One, Minggu (5/8).
Meski demikian, polisi membantah telah mengerahkan kekerasan kepada para pelajar. "Itu tidak benar. Tidak ada insiden yang terjadi di Jigatola," kata juru bicara kepolisian Dhaka, Masudur Rahman.
Seorang pengunjuk rasa mengatakan bahwa para pelajar mulanya sedang mengadakan protes damai di jalan. Namun tiba-tiba diserang oleh pasukan polisi.
"Kami semua merasa terancam di sini. Kami menginginkan protes damai. Kami tidak ingin ada masalah yang terjadi di sekitar sini. Namun polisi menembakan peluru karet itu kepada saudara-saudara kami," ujar mahasiswa bernama Sabbir Hossain.
Sebagaimana diketahui, selama satu minggu terakhir, para pelajar mengerahkan unjuk rasa ke beberapa kota di Bangladesh seperti daerah Jigatala, Dhaka, untuk memprotes buruknya penanganan lalu lintas di negara mereka.
Minimnya keselamatan di jalan-jalan Bangladesh membuat dua remaja tewas tertabrak bus yang melaju kencang. Para pelajar menilai bahwa sektor transportasi merupakan yang paling korup, karena tidak diatur dan sangat berbahaya bagi warga.
Aksi tersebut rupanya memicu reaksi dari pasukan kepolisian dan juga disinyalir ada campur tangan aktivis pro-pemerintah. Meski demikian Menteri Transportasi Darat, Obaidul Quader, menampik tuduhan ada kader dari Partai Liga Awami yang menyerang para pengunjuk rasa.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya