Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Trump masih anggap Korea Utara ancaman luar biasa bagi AS

Trump masih anggap Korea Utara ancaman luar biasa bagi AS Trump. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump masih menganggap Korea Utara sebagai 'ancaman luar biasa' bagi negaranya. Hal itu diungkapkan hanya0 selang 10 hari setelah dirinya mengatakan tidak ada risiko di Korut.

Atas anggapan tersebut, Trump pun kembali memperpanjang status darurat nasional untuk mengantisipasi serangan Korut serta memperbarui sanksi terhadap negara tersebut. AS sendiri sudah memberlakukan status tersebut sejak 2008 lalu.

"Keberadaan dan risiko proliferasi bahan fisil yang digunakan di Semenanjung Korea serta kebijakan pemerintah Korut telah menimbulkan ancaman luar biasa bagi keamanan nasional, kebijakan luar negeri, serta ekonomi AS," kata Trump di hadapan Kongres AS, sebagaimana dikutip dari laman BBC, Sabtu (23/6).

Menurut Partai Demokrat, pernyataan baru yang disampaikan Trump ini bertentangan dengan hal yang dia sampaikan sebelumnya. Saat itu, Trump menyebut bahwa KTT antara dirinya dengan pemimpin Korut Kim Jong-un di Singapura berhasil.

"Warga Amerika bisa tidur nyenyak malam ini," tulisnya di akun Twitter pada 13 Juni lalu usai pertemuan.

Selain itu, pernyataan ini juga disampaikan setelah Trump memutuskan untuk menangguhkan latihan militer dengan Korea Selatan tanpa batas waktu. Hal itu dilakukan untuk memenuhi kesepakatan dibuat Trump dengan Kim pada KTT lalu.

"Demi mewujudkan hasil KTT di Singapura dan melanjutkan kemitraan dengan Korut, Menteri Pertahanan AS James Mattis telah menunda latihan-latihan tertentu dalam waktu tak terbatas," demikian pernyataan juru bicara Pentagon, Dana White.

Berbeda dengan AS, Korut justru kini mencabut segala propaganda buruk terkait Negeri Adidaya. Korut kini tidak lagi menganggap AS sebagai musuh bebuyutannya. Demikian pula dengan Korsel.

Pemerintah Korut kini telah menghilangkan berbagai poster propaganda yang menampilkan ilustrasi rudal saat menghancurkan AS. Semua poster itu kini digantikan dengan kampanye hubungan Korut-Korsel yang semakin membaik.

Tidak hanya itu, media pemerintah juga tidak lagi memberitakan hal-hal mengandung kebencian terhadap negara-negara yang sebelumnya dianggap musuh oleh Korut. Kini, semua pesan yang disampaikan melalui poster di Korut bernama kalimat positif seperti perkembangan ekonomi hingga sains.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP