Tiba di London, Lindsay Lohan dipaksa petugas bandara lepas hijab
Merdeka.com - Aktris Amerika Serikat, Lindsay Lohan, mengklaim bahwa dirinya sempat menerima perlakuan rasis dari petugas bandara. Saat itu Lohan baru tiba di London setelah melakukan perjalanan dari Turki.
Lohan mengenakan selendang yang dia pakai di kepala sebagai hijab. Namun petugas bandara menyuruhnya untuk melepas hijab tersebut.
"Saya sempat dicegat oleh petugas bandara dan diperhatikan dari atas ke bawah. Dia lalu membuka paspor saya dan melihat nama "Lindsay Lohan" tertera di sana. Dia lalu meminta maaf dan menyuruh saya melepaskan hijab," kata Lohan saat diwawancarai di acara televisi Good Morning Britain, seperti dilansir dari laman Telegraph, Selaa (22/2).
Lohan mengaku insiden itu membuat dia sangat terkejut dan dia sama sekali tidak mengerti apa tujuan petugas tersebut menyuruh dia melepas hijabnya.
Saat ditanya apakah Lohan telah telah berpindah agama, dia enggan mengakuinya.
"Saya belum mau bicara soal hal yang belum saya selesaikan. Saya rasa ini bukan waktu yang tepat," aku Lohan.
Kabar tentang perpindahan agama Lohan santer terdengar saat dia tetangkap paparazzi tengah memegang Alquran. Saat itu Lohan mengaku Alquran tersebut merupakan hadiah dari temannya dan dia sedang mencoba untuk mempelajarinya.
Baru-baru ini Lohan mengganti biodata di akun media sosial dengan kata "Alaikum Salam". Dia juga menghapus seluruh foto di instagramnya. Para pengguna berpendapat bahwa Lohan telah benar-benar berpindah agama.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya