Tersangkut megakorupsi 1MDB, Singapura tutup dua bank Swiss
Merdeka.com - Otoritas Moneter Singapura (MAS) memerintahkan bank asing dari Swiss menghentikan operasinya untuk keperluan penyelidikan. Bank tersebut diduga kuat menerima aliran dana skandal megakorupsi 1MDB yang sebelumnya mengguncang Malaysia.
Melalui keterangan tertulis, bank sentral Singapura itu mendapati Falcon Private Bank Ltd melanggar protokol keterbukaan terkait tindak pidana pencucian uang. Keputusan penutupan operasi tanpa batas waktu waktu ini diambil setelah aparat Singapura mencokok Kepala Cabang Falcon bank, Jens Sturznegger, pada 5 Oktober lalu.
"Pihak pengelola Falcon Bank menunjukkan ketidakpahaman akut terkait aturan pengelolaan keuangan sesuai standar Singapura," tulis MAS seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (11/10).
Falcon menerima dana dari 1MBD selama Maret 2013 hingga Mei 2015. Namun dana-dana mencurigakan itu ternyata tidak pernah dilaporkan dalam arus kas mereka kepada bank sentral Singapura.
Dengan demikian, Singapura sudah menuutup dua bank asal Swiss tahun ini. Sebelumnya pada Mei lalu, bank BSI ditutup paksa karena menutup-nutupi adanya aliran dana 1MDB. Sebagai negara dikenal sangat melindungi bank, tindakan penutupan paksa oleh Singapura itu merupakan yang pertama kalinya dilakukan dalam 32 tahun terakhir.
Dua bank lokal, DBS dan UBS, turut didenda oleh otoritas moneter Singapura. DBS wajib membayar USD 730 ribu atas 10 jenis pelanggaran aturan, sedangkan UBS didenda 1,3 juta Dollar Singapura atas 13 pelanggaran. Semuanya lagi-lagi karena menerima aliran dana mencurigakan asal Malaysia.
1MDB adalah badan usaha negara Malaysia yang mengalami kebangkrutan dua tahun lalu. Setelah bangkrut, belakangan terkuak jika ada pihak-pihak yang membobol aset BUMN itu untuk keuntungan pribadi, nilainya mencapai USD 3,5 miliar.
Sebagian aliran dana mengalir ke rekening Perdana Menteri Najib Razak. Sang PM membantah keras tudingan tersebut setahun terakhir. Mantan PM Mahathir Mohamad termasuk yang menuntut Razak mengundurkan diri atas skandal megakorupsi itu.
Biro Investigasi Federal (FBI) dan Kejaksaan Agung Amerika Serikat turut menyelidiki aliran dana 1MDB. Kejaksaan AS mencatat ada sebagian aset 1MDB dipakai membiayai pembuatan film 'The Wolf of Wall Street' yang dibintangi Leonardo diCaprio. Produser film itu adalah Riza Aziz, anak tiri PM Najib.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya