KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Terkuak, Israel diam-diam pasok bantuan buat pemberontak Suriah

Selasa, 20 Juni 2017 07:14 Reporter : Ira Astiana
Latihan keras pemberontak Suriah. ©AFP PHOTO/ABD DOUMANY

Merdeka.com - Informasi didapat dari wawancara dengan sejumlah pemberontak Suriah menguak fakta baru soal keterlibatan Israel dalam konflik Suriah. Mereka menuturkan, Israel selama bertahun-tahun telah memasok keperluan para pemberontak di Suriah mulai dari uang tunai, makanan, bahan bakar, hingga peralatan medis.

Operasi tersebut dilakukan oleh para tentara Israel yang melakukan komunikasi secara teratur dengan kelompok pemberontak tersebut. Bahkan, bantuan yang diberikan mencakup bayaran tak diungkapkan kepada komandan digunakan untuk membayar gaji pejuang dan membeli amunisi senjata.

Sejak 2013 lalu, Israel memang telah merawat sekitar 3000 orang terluka di Suriah di rumah sakitnya, di mana di antaranya adalah para personel pemberontak. Negara tersebut juga memberikan bantuan kemanusiaan seperti makanan dan pakaian kepada warga sipil di dekat perbatasan selama musim dingin.

Namun, keterlibatan Israel berjalan semakin jauh. Negara tersebut membentuk sebuah unit militer yang bertugas mengawasi dukungan untuk Suriah dan menyediakan anggaran khusus untuk bantuan tersebut.

Pemberontak Suriah ©2012 Merdeka.com




"Israel memang ada di pihak kami dengan cara yang heroik. Kami tidak akan bertahan tanpa bantuan Israel," ungkap Juru Bicara Pemberontak Fursan al-Joulan, Moatasem al-Golani, seperti dilansir dari laman Wall Street Journal, Minggu (18/6).

Fursan al-Joulan, yang berbasis di provinsi Quneitra, memiliki sekitar 400 pemberontak yang secara terbuka bersekutu dengan empat kelompok pemberontak lainnya di Dataran Golan yang juga menerima bantuan Israel. Hal itu diungkapkan oleh komandan Abu Suhayb dan pemberontak lainnya. Dia mengatakan kelompoknya menerima uang senilai USD 5.000 dari Israel.

Secara total, ada sekitar 800 personel pemberontak di lebih dari belasan desa di daerah tersebut, di mana ribuan penduduk sipil tinggal. Banyak dari para pemberontak dan warga sipil di daerah tersebut yang bergantung pada dukungan dari Israel.

"Kebanyakan orang ingin bekerja sama dengan Israel," kata seorang pemberontak di kelompok Ousoud al-Rahman yang juga bertempur di Dataran Tinggi Golan.

Para pemberontak itu mengatakan tujuan Israel memberi bantuan kepada mereka adalah agar milisi pro rezim Suriah yang didukung Iran dan kelompok militan Libanon Hizbullah tetap menjauhi wilayah sekitar 45 mil di perbatasan Dataran Tinggi Golan.

Kendati demikian, dukungan yang diberikan Israel kepada pemberontak berisiko meningkatkan ketegangan dengan pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad, yang memang telah lama menuding Israel membantu kelompok pemberontak.

Assad mengatakan, Israel mendukung kelompok pemberontak dan melancarkan serangan udara di wilayah Suriah untuk menggulingkan kekuasaannya.

Kabar ini seolah menunjukkan tudingan Assad terhadap Israel adalah benar adanya. Meski demikian, Israel tetap menyangkal mereka mendukung kelompok pemberontak di Suriah. [pan]

Topik berita Terkait:
  1. Israel
  2. Konflik Suriah
  3. Suriah
  4. Jakarta

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.