Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tahanan politik Venezuela dipaksa makan tinja

Tahanan politik Venezuela dipaksa makan tinja demonstran venezuela. ©AP

Merdeka.com - Lembaga pembela hak asasi Human Right Watch menuding pemerintah Venezuela memukuli dan menyiksa para pengunjuk rasa yang ditangkap lalu menjebloskan mereka ke penjara. Di antara penyiksaan yang dialami para tahanan itu mereka dipaksa makan pasta dicampur kotoran manusia.

Dalam pernyataan bersama HRW dan lembaga swadaya masyarakat Venezuelan Penal Forum (VPF), dinyatakan sedikitnya 275 warga sipil yang berunjuk rasa ditangkap dan dijebloskan ke penjara militer pada akhir Maret lalu, seperti dilansir laman Breitbart, Kamis (18/5).

Gelombang unjuk rasa di Venezuela dimulai ketika Mahkamah Agung yang dikuasai partai sosialis pengusung Presiden Nicolas Maduro berupaya membatalkan keberadaan lembaga Majelis Nasional dan mengubah institusi menjadi lembaga legislatif. Maduro kemudian mengumumkan pembentukan kongres konstitusi yang bertugas merancang undang-undang dasar baru yang nantinya akan memperluas kekuasaan eksekutif dan membatasi wewenang majelis nasional yang dikuasai oposisi.

Dari 275 demonstran yang ditangkap, 159 di antaranya masih dipenjara dan pemerintah Venezuela tidak punya dokumen terkait kesalahan mereka.

Setelah mengumpulkan bukti dari mereka yang sudah dibebaskan dan keluarga demonstran yang masih dipenjara, kedua lembaga pembela hak asasi itu menemukan pelanggaran HAM yang terjadi di balik jeruji besi. Di antara pelanggaran HAM itu adalah tentara Garda Nasional Bolivar (GNB) memukuli tahanan dengan tongkat alumunium serta menggunduli rambut.

"Sedikitnya ada 15 tahanan yang mengaku dipaksa makan pasta bercampur kotoran manusia," kata pernyataan HRW dan VPF.

Ketua VPF Alfredo Romero dalam wawancara di Radiao Caracas mengatakan mereka memperkirakan ada sekitar 1500 tahanan politik yang saat ini dibui di Venezuela.

"Ada banyak kasus penyiksaan dan kami melihat sendiri seseorang disundut rokok di tangannya. Apa yang terjadi sangat parah," kata Romero. (mdk/pan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP