Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Swiss siap denda wali murid yang tolak bersalaman dengan guru

Swiss siap denda wali murid yang tolak bersalaman dengan guru Ilustrasi tangan bersalaman. ©2014 Merdeka.com/shutterstock/Santiago Cornejo

Merdeka.com - Pemerintah daerah Basel di Swiss hari ini memutuskan, agama tidak menjadi alasan pengecualian untuk bersalaman dengan guru, termasuk mereka yang berlainan jenis kelamin.

Sebelumnya sebuah sekolah di Swiss mengambil keputusan kontroversial, yakni memberi pengecualian bagi siswa muslim laki-laki untuk tidak bersalaman dengan guru perempuan mereka.

Para orangtua dan wali murid yang menolak bersalaman dengan para guru di Basel, bisa didenda hingga 5000 Swiss Franc (setara dengan Rp 68,8 juta) sesuai aturan pendidikan daerah.

"Seorang guru mempunyai hak untuk berjabat tangan," ungkap pernyataan pemerintah daerah, seperti dikutip laman Today Online, rabu (25/5).

Sebelumnya, aturan yang membolehkan siswa tidak bersalaman dengan guru ini muncul setelah dua siswa laki-laki mengajukan keberatan atas tradisi salaman antara murid dan guru. Mereka mengatakan tradisi itu bertentangan dengan ajaran yang mereka anut, jika yang diajak bersalaman adalah guru perempuan.

Kedua siswa itu menuturkan Islam tidak membolehkan laki-laki dan perempuan bukan muhrim saling bersentuhan.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP