Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sutradara Suriah nyaris tewas ditikam, diduga jadi target rezim Assad

Sutradara Suriah nyaris tewas ditikam, diduga jadi target rezim Assad Muhammad Bayazid (kiri) dan istrinya, Samah Safi Bayazid. ©The Guardian

Merdeka.com - Seorang sutradara asal Suriah, Muhammad Bayazid, nyaris tewas karena ditikam oleh seseorang tidak dikenal. Diduga, dia menjadi target pembunuhan oleh rezim Presiden Basyar al-Assad, karena membikin film tentang penyiksaan terhadap kelompok oposisi dilakukan di Penjara Tadmur, Palmyra, Suriah.

Dilansir dari laman The Guardian, Kamis (12/10), insiden penusukan itu terjadi di Turki pada Selasa malam lalu. Bayazid berada di sana buat mempromosikan film garapannya, The Tunnel.

Ceritanya malam itu Bayazid mengajak seorang rekannya buat bertemu dengan seorang pengusaha hendak membantu memberikan uang buat pembuatan film itu. Melalui jejaring dunia maya, si pengusaha mengatakan dia ingin sekali memberi modal buat film itu.

Si pengusaha, kata Bayazid, lantas membikin janji bertemu dengan dia di sebuah penginapan di Turki dan memberi alamatnya. Namun, ketika mereka sampai di lokasi, justru tidak menemukan bangunan apapun. Kemudian, seorang lelaki muncul dan hendak berbincang dengan Bayazid. Alih-alih mengobrol, lelaki misterius itu langsung mencabut pisau dan menghujamkannya tepat ke dada Bayazid, yang saat itu masih duduk di dalam mobil. Pria itu kemudian kabur.

Teman Bayazid terkejut dan langsung memacu mobilnya ke rumah sakit terdekat. Kini, kata dia, Bayazid sedang dalam proses pemulihan. Dia juga sudah mengadukan peristiwa itu kepada polisi.

"Sepanjang perjalanan Bayazid kehilangan banyak darah dan sempat pingsan beberapa kali. Beruntung kami tiba di rumah sakit tepat waktu," kata rekan Bayazid yang enggan ditulis namanya.

Istri Bayazid, Safi, yang dikontak beberapa jam setelah suaminya ditikam merasa beruntung. Sebab, suaminya hampir saja tewas.

"Dia kini stabil. Dia ditusuk di dada dekat dengan pembuluh darah besar menuju jantung. Makanya darah yang terbuang sangat banyak. Alhamdulillah dia kini sudah sadar," kata Safi.

Bayazid selama ini belajar soal film di Amerika Serikat. Dia kini sedang menggarap film The Tunnel. Ceritanya adalah dramatisasi tentang pengalaman Bayazid soal nasib para penentang Assad. Tokoh sentralnya adalah seorang warga keturunan Suriah-AS dibui di sana selama dua dasawarsa dan harus menyaksikan serta mengalami seluruh kekejian di balik tembok Penjara Tadmur.

Bayazid ditahan dan disiksa di Ibu Kota Damaskus enam tahun lalu. Dia kemudian pergi dan mengajukan suaka ke AS. Setelah diterima, bersama istrinya dia mendirikan studio dan memproduksi film bertema hak asasi, humanis, dan keagamaan.

"Ketika kami memilih hidup seperti ini, kami sadar maknanya. Kami tidak berasal dari AS di mana semua orang bebas berpendapat. Di dunia Arab sangat sulit ketika harus berhadapan dengan penindasan. Hidup kita selalu dalam bahaya. Dia ditikam dan saya hampir terkena stroke hanya karena hendak membikin film soal hak asasi," ujar Safi.

Di Turki ada sekitar tiga juta pengungsi Suriah. Banyak dari mereka merupakan pegiat oposisi dan anggota pemberontak bertempur buat menggulingkan Assad. (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP