Survei bikin hubungan Burger King dengan Kerajaan Belgia 'korslet'
Merdeka.com - Kerajaan Belgia berang gara-gara ulah jejaring makanan cepat saji, Burger King. Penyebabnya adalah restoran itu memajang iklan berisi jajak pendapat kontroversial.
Dilansir dari laman BBC, Minggu (28/5), Burger King berencana membuka gerai pertamanya di negara itu. Namun, belum apa-apa sudah memantik amarah Kerajaan Belgia.
Iklan survei itu diunggah di situs whoistheking.be. Di sana mereka menggelar jajak pendapat dengan mengajukan pertanyaan kepada pengunjung siapa bakal mereka pilih sebagai maskot di sana. Apakah Raja Philippe yang digambarkan sebagai kartun atau logo perusahaan itu.
Kemudian, yang lebih membikin pihak kerajaan geram adalah ketika pengunjung memilih Raja Philippe sebagai maskot Burger King, maka akan muncul pertanyaan tambahan, 'Kamu yakin? Dia enggak bakal mau memasak kentang gorengmu lho'. Sedangkan kalau memilih logo Burger King, maka tidak ada pertanyaan lanjutan.
"Kami tidak setuju dengan cara ini. Karena hal ini berkaitan dengan tujuan komersil, kami tidak memberikan izin," kat juru bicara Kerajaan Belgia, Pierre Emmanuel de Bauw.
Menurut Pierre, penggunaan citra raja harus mengantongi izin kerajaan. Sedangkan survei itu bakal digelar hingga 19 Juni. Ketika dikonfirmasi, Burger King menyatakan belum menerima pesan apapun dari Kerajaan Belgia. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya