Supaya bisa bertemu ayahnya, bocah 13 tahun pura-pura diculik

Reporter : Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro | Minggu, 8 Januari 2017 19:14
Supaya bisa bertemu ayahnya, bocah 13 tahun pura-pura diculik
Ilustrasi penculikan palsu. ©2015 Merdeka.com/kidlit.com

Merdeka.com - Bocah 13 tahun di China yang sangat merindukan ayahnya berpura-pura dirinya diculik. Remaja ini melakukan hal tersebut agar ayahnya yang adalah buruh migran bisa menemuinya.

Media lokal China memberitakan, saat ditemukan bocah ini mengikat tangan dan kakinya ke pohon. Dia mengaku diculik.

Remaja bermarga Zheng ini kemudian mengaku kepada polisi jika dia merencanakan penculikan tersebut. Dia mengatakan alasannya melakukan tindakan ini agar ayahnya tidak meninggalkan rumahnya.

Dilansir dari harian Daily Mail, Minggu (8/1), polisi menyebutkan menerima pesan dari sang ayah kalau anaknya diculik. Bocah ini tinggal di distrik Peiling dari Provinsi Chongqing.

"Awalnya, dia tidak mau berbicara apa-apa. Namun, setelah dia diberikan mi instan, dia mengaku penculikan itu adalah idenya," kata polisi.

Menurut pernyataan polisi, bocah ini dinyatakan hilang pada 2 Januari setelah dia meninggalkan rumah untuk berangkat ke sekolah. Dia kemudian ditemukan petugas pada 3 Januari sore.

Dari keterangan polisi, bocah ini dibesarkan kakek-neneknya. Orangtuanya bercerai ketika dia masih kecil dan ayahnya bekerja sebagai buruh migran.

Survei di China menunjukkan, hingga Oktober tahun lalu, 61 juta anak-anak tinggal di pedesaan tanpa orangtua. Orangtua mereka diduga bekerja di kota-kota besar untuk menghidupi anak-anaknya.

[che]

Rekomendasi Pilihan


Komentar Anda



BE SMART, READ MORE