Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Singapura bekuk polisi partikelir hendak jihad ke Suriah

Singapura bekuk polisi partikelir hendak jihad ke Suriah Pembebas Suriah salat saat perang lawan ISIS. ©AFP PHOTO/Nazeer al-Khatib

Merdeka.com - Seorang polisi lalu lintas Singapura ditangkap karena disangka hendak berangkat ke Suriah. Dia diduga bakal bergabung dengan kelompok Tentara Pembebasan Suria (FSA).

Dilansir dari laman Associated Press, Selasa (20/6), kabar itu disampaikan oleh Kementerian Dalam Negeri Singapura. Tersangka Muhammad Khairul bin Mohamed (24) dibekuk saat mengatur lalu lintas di pos pemeriksaan Woodlands, berbatasan dengan Malaysia. Ketika dibekuk, dia tidak melawan dan tak membawa senjata.

"Khairul menjadi radikal dan berniat ikut bertempur dalam konflik di Suriah dan hendak bergabung dengan FSA," demikian ditulis dalam laporan Kementerian Dalam Negeri Singapura.

FSA merupakan mantan pasukan pemerintah Suriah yang membelot dan bertujuan menggulingkan Presiden Basyar al-Assad. Mereka menyatakan alasan Khairul ingin bertempur di Suriah lantaran dia melihat konflik itu terjadi karena pertentangan Sunni dan Syiah, yang berbeda dalam menafsirkan Islam.

"Menjadi muslim Sunni, dia ingin melawan kaum Syiah di Suriah bergabung dengan FSA. Dia sanggup berbuat kekerasan dan nekat dengan alasan agama membuat dia menjadi ancaman keamanan Singapura," lanjut mereka.

Seorang rekan kerja Khairul, Mohamad Rizal bin Wahid (36), sempat ditahan dengan pasal di Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri. Namun, dia dibebaskan dengan syarat dilarang berpindah tempat tinggal dan bepergian tanpa izin. Rizal dianggap berkomplot karena dianggap sudah tahu rekannya bakal berangkat ke Suriah sejak 2015, tetapi tidak memperingatkan aparat keamanan.

"Dia malah menyarankan beberapa jalur supaya Khairul bisa ke Suriah dan mati syahid di sana," ujar mereka.

Keduanya sebenarnya bukan polisi karir. Mereka adalah aparat partikelir dari perusahaan AETOS, sebuah penyedia jasa pengamanan yang dikontrak Kepolisian Singapura.

Sejak dua tahun lalu, pemerintah Singapura sudah menahan 15 orang diduga simpatisan ISIS. Negara tetangga, Indonesia dan Malaysia, penduduknya dominan muslim dan mempunyai banyak simpatisan ISIS. (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP