Sepakbola Mesir kembali rusuh, 25 suporter tewas
Merdeka.com - Imbas kerusuhan Minggu (8/2) malam, 25 orang dipastikan tewas di luar stadion Ibu Kota Kairo, Mesir. Tragedi itu terjadi akibat kerusuhan yang pecah bentrokan antara dua kubu suporter seperti dilansir Kejaksaan Mesir.
Sebagian besar dari korban tewas kehabisan nafas ketika berusaha lari dari kericuhan. Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan ratusan penggemar yang sebelumnya berusaha masuk ke lapangan pertandingan antara Klub Zamalek dan ENPPI, mengutip laporan Stasiun Televisi Al Arabiya. Serbuan gas tersebut yang diduga membuat sebagian fans sesak nafas, lalu terinjak-injak.
Juru bicara kementrian kesehatan Mesir hingga Senin (9/2), 22 orang meninggal dan 20 orang luka-luka. Seluruh korban kini dirujuk ke Rumah Sakit di luar Ibu Kota Kair. Mayoritas korban tewas adalah pendukung Klub Zamalek.
Seorang ibu menangis dan berteriak ketika dia menemukan nama anaknya dalam daftar korban tewas yang diumumkan staf rumah sakit.
"Padahal saya sudah mengatakan kepadanya jangan lagi menonton langsung pertandingan sepak bola," ucap wanita itu sambil terisak.
Insiden ini sontak menguak luka lama antara para penggemar fanatik klub sepakbola dan polisi. Kekerasan bola paling berdarah di Mesir terakhir terjadi tiga tahun lalu.
Kementerian Dalam Negeri Mesir mengklaim polisi terpaksa membubarkan paksa pertandingan lantaran situasi tidak kondusif. Khususnya karena penggemar Zamalek yang dalam posisi tandang, dinilai bertindak beringas.
"Sejumlah besar penggemar klub Zamalek datang ke stadion Air Defence, berusaha menyerbu gerbang stadion. Petugas keamanan mencegah mereka melanjutkan serangan," tulis pernyataan pemerintah.
Korban tewas rata-rata anggota Kelompok Suporter White Knight, penggemar setia Zamalek. Pada halaman Facebook mereka, White Knight menilai seluruh korban tewas adalah martir.
Pertandingan antara Enppi dan Zamalek sendiri berakhir imbang 1-1.
Kerusuhan terburuk di Mesir adalah saat 72 suporter tewas dalam pertandingan di Kota Port Said pada Februari 2012. Sejak itu Federasi sepak bola Mesir telah melarang pendukung yang pernah terlibat kerusuhan, hadir dalam pertandingan. Pemerintah Mesir pun sempat menunda kejuaraan liga nasional.
Laporan oleh: Adityo Ganang Prakoso (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya