Rusia: Skenario Militer di Venezuela akan Jadi Bencana
Merdeka.com - Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Ryabkov menyampaikan skenario militer di Venezuela yang tengah diguncang krisis dapat menjadi bencana. Krisis di negara Amerika Latin tersebut semakin memanas. Di tengah gelombang unjuk rasa yang semakin membesar, pemimpin oposisi Juan Guaido mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara Venezuela dan didukung Amerika Serikat.
"Penggunaan kekuatan militer dapat menjadi bencana," jelasnya kepada CNN, sebagaimana dilansir dari Sputnik News, Jumat (25/1). Ryabkov menambahkan, sikap AS terhadap konflik dalam negeri Venezuela justru memperuncing keadaan.
Kedutaan Besar Rusia di AS berharap Washington tak melakukan intervensi di Venezuela, untuk mengalihkan perhatian publik dari penutupan sebagian pemerintah AS yang sedang berlangsung sampai hari ini. Pernyataan ini disampaikan melalui akun Facebook resmi kedutaan.
Kedutaan juga mengecam Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, yang dalam wawancaranya di The Laura Ingraham Show Kamis malam, menggunakan penutupan pemerintahan sebagai dalih untuk mengusik Rusia.
"Sangat menyedihkan dengan upaya Menteri Luar Negeri AS untuk menghibur para diplomatnya, yang dipaksa untuk bekerja tanpa gaji, terbuai, seperti biasa, pada sebuah aspirasi untuk mengusik Rusia," jelasnya.
Krisis politik semakin membesar di Venezuela setelah pemimpin oposisi Juan Guaido mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara. Sehari setelahnya, Donald Trump memberikan pengakuan terhadap posisi Guaido. Presiden Venezuela, Nicolas Maduro yang baru disumpah pada 10 Januari lalu bersikeras dia adalah presiden yang sah dan menyebut Juan Guaido sebagai boneka bentukan AS.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya