Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ribuan pendemo tolak rencana pemerintah Israel usir imigran Afrika

Ribuan pendemo tolak rencana pemerintah Israel usir imigran Afrika warga israel demo tolak pemerintah usir imigran afrika. ©Getty

Merdeka.com - Lebih dari 20 ribu pendemo kemarin turun ke jalan di Ibu Kota Tel Aviv untuk menyuarakan penolakan terhadap rencana pemerintah mendeportasi imigran ilegal asal Sudan dan Eritrea.

Dalam siaran langsung televisi disiarkan di laman Ynet News terlihat ribuan massa berteriak 'kita semua manusia'.

"Tidak ada bedanya darah mereka dengan darah kita," kata para pendemo, seperti dilansir laman Al Araby, Ahad (25/3).

Mahkamah Agung Israel awal bulan ini menunda keputusan kontroversial pemerintah yang ingin mengusir ribuan migran imigran asal Sudan dan Eritrea.

Mahkamah Agung mengatakan pemerintah diberi waktu hingga 26 Maret untuk memberi informasi lebih lengkap dan penundaan deportasi akan tetap berlaku sampai tenggat hari itu.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu Januari lalu mengatakan para migran yang masuk ke Israel secara ilegal sudah memutuskan akan secara sukarela meninggalkan Israel atau bakal dipenjara dengan batas waktu tidak ditentukan untuk diusir sewaktu-waktu.

Selasa lalu Netanyahu menyebut pagar elektronik sepanjang perbatasan Israel-Mesir membuat negaranya terhindar dari serangan para jihadis dan yang lebih buruk lagi, serbuan para imigran ilegal dari Afrika.

Kementerian Dalam Negeri mengatakan ada sekitar 42 ribu imigran ilegal asal Afrika di Israel, terutama dari Sudan dan Eritrea. Sebagian besar dari mereka masuk pada 2007 lewat perbatasan Semenanjung Sinai, Mesir. (mdk/pan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP