Nobel Kedokteran 2026 untuk Optogenetika, Kenali 3 Ilmuwan di Baliknya

Nobel Kedokteran 2026 diberikan kepada tiga ilmuwan atas optogenetika. Kenali profil Karl Deisseroth, Peter Hegemann, dan Georg Nagel.

Septian Deny
Oleh Septian Deny - Reporter
Nobel Kedokteran 2026 untuk Optogenetika, Kenali 3 Ilmuwan di Baliknya
Tiga ilmuwan dianugerahi Nobel Fisiologi atau Kedokteran 2026 atas terobosan di bidang optogenetika. Tiga ilmuwan yang meraih penghargaan itu adalah ilmuwan Jerman Georg Nagel dan Peter Hegemann, serta ilmuwan Amerika Serikat Karl Deisseroth. (AFP)

Hadiah Nobel Fisiologi atau Kedokteran 2026 dianugerahkan bersama kepada Karl Deisseroth, Peter Hegemann, dan Georg Nagel berkat terobosan di bidang optogenetika. Pengumuman dilakukan oleh Majelis Nobel di Karolinska Institute, Stockholm, Swedia.

Pemenang dipublikasikan pada Senin (5/10/2026). Tiga peraih Nobel tersebut diakui atas kontribusi ilmiah yang membuka cara baru mempelajari otak dalam kondisi hidup.

Penghargaan tahun ini menjadi Nobel Fisiologi atau Kedokteran ke-117. Ketiganya akan berbagi hadiah senilai 12 juta krona Swedia. Profil para ilmuwan dikutip dari The Economic Times.

Karl Deisseroth lahir pada 1971 dan merupakan ahli saraf asal Amerika Serikat. Ia dikenal luas sebagai salah satu pendiri optogenetika modern.

Deisseroth meraih gelar sarjana dari Harvard University, lalu menuntaskan gelar doktor (PhD) dan kedokteran (MD) di Stanford University. Ia menyelesaikan pendidikan pascadoktoral, magang kedokteran, serta residensi psikiatri dewasa di Stanford, dan memperoleh sertifikasi dari American Board of Psychiatry and Neurology.

Saat ini, Deisseroth menjabat sebagai D.H. Chen Professor of Bioengineering and of Psychiatry and Behavioral Sciences di Stanford, serta menjadi peneliti di Howard Hughes Medical Institute.

Profil 2 Ilmuwan Lainnya Penerima Nobel

Peter Hegemann lahir di Muenster, Jerman. Ia merupakan ahli biofisika yang dikenal atas penemuannya terhadap protein yang memungkinkan berkembangnya optogenetika.

Hegemann menempuh studi kimia dan meraih gelar doktor di bidang biokimia dari Ludwig Maximilian University (LMU) pada 1994. Ia kini profesor sekaligus mantan kepala Department of Biophysics di Humboldt University, Berlin.

Menurut National Academy of Sciences yang berbasis di Washington, Hegemann merupakan anggota German National Academy Leopoldina, European Molecular Biology Organisation, serta Berlin Brandenburg Academy of Science.

Georg Nagel adalah ahli biofisika asal Jerman. Lahir pada 1953, ia mempelajari biologi dan biofisika di University of Konstanz, Jerman.

Nagel meraih gelar doktor dari University of Frankfurt pada 1988. Saat ini, ia menjabat sebagai profesor di University of Würzburg, Jerman.

Dalam pernyataannya, badan pemberi penghargaan menyebut Nobel Fisiologi atau Kedokteran 2026 diberikan atas optogenetika, sebuah metode yang memungkinkan para ilmuwan melihat bagaimana sel saraf membentuk ingatan, perasaan, dan perilaku di dalam otak yang hidup.

Hadiah Nobel merupakan rangkaian penghargaan bergengsi yang diberikan setiap tahun kepada orang-orang atas karya luar biasa yang memberikan manfaat bagi umat manusia. Pertama kali dianugerahkan pada 1901, Nobel mencakup enam bidang: Fisika, Kimia, Fisiologi atau Kedokteran, Sastra, Perdamaian, dan Ilmu Ekonomi.

Rekomendasi