Seorang anggota Garda Revolusi Iran ditembak mati di luar rumahnya di Teheran pada Selasa. Media pemerintah IRNA melaporkan, anggota ini kemungkinan terbunuh dalam aksi perampokan.
IRNa melaporkan, Qassam Fathollahi ditembak empat kali di depan rumahnya oleh orang tak dikenal.
Polisi menemukan ada tanda pencurian dari apartemen di sekitar TKP, dikutip dari Al Arabiya, Kamis (5/1).
Sebelumnya pada Sabtu lalu, anggota Basij, pasukan paramiliter Garda Revolusi Iran, ditembak sampai tewas oleh "penjahat bersenjata" di tengah kota Semirom, di mana pengunjuk rasa berkumpul.
Iran dilanda unjuk rasa massal sejak 16 September, dipicu kematian Mahsa Amini (22) yang meninggal setelah ditangkap polisi syariah.
Pejabat Iran menyebut unjuk rasa itu sebagai "kerusuhan" dan mengatakan ratusan orang tewas dalam unjuk rasa tersebut, termasuk anggota pasukan keamanan.
Teheran menuding ada kekuatan musuh asing dan kelompok oposisi yang memicu kerusuhan.