Pemimpin redaksi media pemerintah China harian Global Times, Hu Xijin, kemarin mengatakan petenis Peng Shuai saat ini dalam keadaan "bebas" di rumahnya dan akan segera muncul ke publik.
Petenis terkemuka China peraih gelar itu tidak terlihat muncul di tengah publik sejak 2 November lalu setelah dia mengatakan di akun media sosialnya, dirinya mengalami pelecehan seksual oleh mantan wakil perdana menteri China Zhang Gaoli.
Dilansir dari laman Reuters, Sabtu (20/11), baik Zhang maupun pemerintah China hingga kini tidak berkomentar atas kejadian ini. Pesan yang ditulis Peng di akun media sosialnya segera dihapus dan pembahasan mengenai isu itu diblokir di Negeri Tirai Bambu.
"Dalam beberapa hari terakhir dia tinggal di rumahnya sendiri dalam keadaan bebas dan dia tidak ingin diganggu. Dia akan segera muncul ke publik dan melakukan aktivitasnya," tulis Hu di Twitter.
Harian The Global Times diproduksi oleh People's Daily, koran resmi Partai Komunis China.
Hu menuturkan dia sudah memastika dari sumber-sumbernya, foto yang dibagikan di Twitter oleh jurnalis dari media pemerintah itu memperlihatkan kondisi terkini Peng di rumahnya.
Reuters tidak bisa memastikan keaslian foto itu secara independen.
Di tengah kekhawatiran tentang keberadaan Peng, Asosiasi Tenis Wanita Dunia (WTA) mengancam akan membatalkan turnamen di CHina dan Asosiasi Tenis Pria (ATP) juga menuntut penjelasan dari pemerintah China. Amerika Serikat juga menyerukan agar China membuktikan keberadaan Peng dalam keadaan selamat.
Anggota senior Komite Internasional Olimpiade (IOC) Dick Pound mengatakan, IOC bisa bersikap keras atas posisi China yang menjadi tuan rumah Olimpiade 2022.
Namun sejauh ini IOC menolak berkomentar atas kejadian ini dan mengatakan mereka lebih mengedepankan "diplomasi tutup mulut" sebagai solusi terbaik.
Panitia Wimbledon dan All England Lawn Tennis Club dalam pernyataannya mengatakan: "Kami bersatu padu dengan seluruh unsur tenis untuk mengetahui bahwa Peng Shuai dalam keadaan aman. Kami bekerja sama dengan dukungan WTA untuk memastikan keamanan Peng melalui hubungan kami di balik layar."