Konflik sektarian di Afrika Tengah, 1.300 muslim mengungsi

Mereka mengungsi dengan naik 18 truk dan dikawal pasukan perdamaian.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Konflik sektarian di Afrika Tengah, 1.300 muslim mengungsi
Muslim Bangui Afrika Tengah. ©windsorstar.com

Sebanyak 1.300 muslim di Afrika Tengah kemarin meninggalkan Ibu Kota Bangui dalam penjagaan ketat pasukan penjaga perdamaian buat menghindari serangan dari militan Kristen.Rombongan penduduk muslim itu mengungsi ke arah utara yang relatif lebih aman dengan menggunakan 18 truk, seperti dilansir surat kabar the Times of India, Senin (28/4).Salah satu penduduk mengatakan sepuluh dari 12 anaknya dibunuh oleh militan Kristen di Kota Bossembele. Dia juga mengaku melihat orang tewas dihantam ledakan granat.Warga muslim selama ini bertahan di tempat penampungan PK-12 selama lima bulan. Di luar kawasan itu mereka dikelilingi oleh wilayah mayoritas Kristen dan penduduk muslim kerap diserang.Warga setempat mengatakan 22 orang tewas sejak Desember. Sebagian lain luka karena tembakan, granat, atau sabetan parang.Setelah rombongan muslim itu pergi tidak lama kemudian ratusan pemuda memasuki wilayah penampungan yang ditinggalkan buat mengambil barang-barang seperti pakaian dan atap penampungan.Puluhan ribu pengungsi sebelumnya sudah menuju arah utara untuk bergabung dengan penduduk muslim lainnya. Sebagian lagi menyeberang ke Chad dan Kamerun.Para pengungsi muslim itu dikawal pasukan dari Prancis dan pasukan multinasional penjaga perdamaian. Pasukan itu beranggotakan sekitar 7.000 tentara.Konflik sektarian di wilayah koloni Prancis itu terjadi setelah kelompok pemberontak muslim Seleka merebut kekuasaan selama sepuluh bulan sejak Maret tahun lalu. Komunitas Kristen kemudian membentuk gerakan militan buat memerangi pemberontak muslim, mereka lalu banyak menyerang warga sipil.

Rekomendasi