Athena rusuh setelah parlemen setujui dana talangan

Sebanyak 55 bangunan dan toko dibakar serta dijarah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
 Athena rusuh setelah parlemen setujui dana talangan
Athena rusuh setelah parlemen setujui dana talangan

Ribuan orang membakar gedung, menjarah toko, dan melempari polisi dengan bom molotov di Athena sejak Minggu (12/2) siang waktu setempat. Kemarahan warga dipicu oleh keputusan parlemen yang akhirnya menyetujui paket dana talangan USD 170 miliar dari Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional.

Fox News melaporkan hasil penghitungan suara Sabtu lalu menunjukkan 199 anggota parlemen mendukung, sedangkan 74 lainnya menolak . Setelah keputusan itu dipublikasikan, 100.000 orang langsung turun ke jalan-jalan di seantero Athena sejak Ahad pagi waktu setempat. Mereka memprotes keputusan itu.

Hingga berita ini dilansir, massa membakar 55 bangunan, meliputi bioskop, bank, dan kafe. Mereka juga menjarah puluhan toko. Sebagian pengunjuk rasa berusaha memasuki Balai Kota Athena tapi berhasil digagalkan kepolisian. Kerusuhan dan kekerasan Minggu lalu merupakan yang terburuk sepanjang sejarah Yunani.

Belasan polisi luka dan 55 pengunjuk rasa dilarikan ke rumah sakit. Kepolisian Yunani telah menangkap 45 orang yang diduga dalang kerusuhan.    

Perdana Menteri Yunani Lucas Papademos dari koalisi konservatif yang berkuasa menyatakan siap melawan semua upaya anarkis dalam menyikapi keputusan parlemen. "Vandalisme dan penghancuran tidak punya tempat di alam demokrasi," ia menegaskan.

Namun politisi dari Partai Komunis Yunani mendukung para pengunjuk rasa. Menurut Thanassis Pasifilis, juru bicara Partai Komunis LAOS, tindakan menyetujui paket dana talangan hanya bertujuan menyelamatkan sebagian kecil pengusaha dan menyengsarakan rakyat. "Sungguh memalukan melihat sikap politisi lain yang menyalahkan jutaan orang yang sehari-hari bekerja keras menciptakan kemakmuran bagi kelas menengah atas di Yunani," Pasifilis menegaskan. 

Pemerintah Yunani terpaksa menerima bantuan agar perekonomian negara itu tidak ambruk dan berisiko mengeluarkan mereka dari zona Euro. Jerman dan negara-negara Uni Eropa lain mendesak Yunani menerima dana talangan agar perekonomian Eropa dan dunia secara keseluruhan tidak ikut jatuh.

Sebagian besar  warga menolak rencana itu. Sebab, Yunani harus memotong upah minimum buruh serta memangkas dana pensiun dan jaminan kesehatan sebagai syarat pemberian dana talangan.

Rekomendasi