Putri Raja Salman Akan Diadili di Prancis

Kamis, 13 Juni 2019 22:33 Reporter : Merdeka
Putri Raja Salman Akan Diadili di Prancis Keluarga Jamal Khashoggi bertemu Raja Salman. ©Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court/Handout via REUTERS

Merdeka.com - Putri Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud, Hassa binti Salman, akan diadili di Paris bulan depan, terkait kasus kekerasan. Saudara perempuan Putra Mahkota pangeran Muhammad bin Salman (MBS) itu dituduh dengan sengaja memerintahkan pengawalnya untuk memukuli seorang pekerja di Ibu Kota Paris, Prancis, demikian menurut sumber hukum kepada AFP, Rabu 12 Juni 2019.

"Pengadilan itu dijadwalkan akan diadili pada 9 Juli," kata sumber itu seperti dikutip dari Straits Times, Kamis (13/6).

Kasus terhadap Putri Hassa binti Salman ini bermula dari dugaan penyerangan di apartemen mewahnya di Avenue Foch Paris barat pada September 2016.

Korban mengatakan, dia dipanggil saudari putra mahkota Arab Saudi itu untuk melakukan sejumlah perbaikan di apartemennya. Ia kemudian memotret sang putri, tindakan yang memicu kemarahan Putri Hassa. Ia lalu dituduh ingin menjual gambar tersebut ke media.

Ia kemudian menuduh sang putri memerintahkan pengawal untuk memukulinya. Majalah Le Point melaporkan bahwa sang putri meneriakkan kalimat "Kill him, the dog, he doesn't deserve to live."

Pekerja itu mengatakan wajahnya dipukuli, tangannya diikat dan dia dipaksa untuk mencium kaki saudari putra mahkota Arab Saudi itu dalam penganiayaan selama berjam-jam.

Alat-alatnya juga disita sebelum diizinkan pergi meninggalkan apartemen.

AFP melaporkan luka-luka yang dialami pria itu sangat parah, sehingga tak bisa bekerja selama delapan hari.

Sementara itu, sang pengawal Putri Hassa didakwa pada 1 Oktober 2016, dengan kekerasan bersenjata, pencurian, mengeluarkan ancaman kematian dan menahan seseorang di luar kehendaknya.

Putri Hassa kemungkinan akan absen dari persidangan karena dia belum ditangkap berdasarkan surat perintah penangkapan internasional yang dikeluarkan pada 2017.

Puteri Hassa diberitakan oleh media Saudi sebagai saudara perempuan Pangeran Muhammad, salah satu pemimpin paling kuat di Timur Tengah. Sosoknya kerap digambarkan melakukan amal dan berkampanye soal hak-hak wanita.

Dikenal dengan inisialnya MBS, Pangeran Muhammad yang berusia 32 tahun telah mengguncang Arab Saudi dan Timur Tengah yang lebih luas sejak ia diangkat menjadi putra mahkota pada tahun 2017.

Dianggap sebagai pemimpin de facto di bawah ayahnya yang berusia 82 tahun, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, Pangeran Muhammad telah menampilkan dirinya sebagai seorang pemenang Islam moderat.

Namun putra mahkota Saudi menghadapi krisis diplomatik sejak pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi, seorang kritikus sengit, di konsulat Saudi di Istanbul pada Oktober tahun lalu.

Saudi awalnya menyangkal tahu sesuatu tentang hilangnya Khashoggi, namun akhirnya mengakui bahwa sebuah tim membunuhnya di dalam konsulat. Menggambarkannya sebagai operasi yang tak melibatkan putra mahkota. [pan]

Topik berita Terkait:
  1. Arab Saudi
  2. Prancis
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini