Protes pencaplokan tanah, ratusan petani India kubur diri
Merdeka.com - Ratusan petani di Negara Bagian Rajasthan, India, melakukan aksi mengubur diri untuk memprotes rencana pemerintah yang ingin mengambil tanah mereka.
Petani-petani ini duduk bersama di galian tanah di Desa Nindar, sekitar 20 kilometer dari Jaipur, Rajasthan, India, Senin lalu, seperti dilansir laman Aljazeera, Jumat (6/10). Mereka terinspirasi melakukan aksi unik ini bertepatan saat ulang tahun pemimpin kemerdekaan India yang terkenal, Mahatma Gandhi.
Nagender Shekhawat, pemimpin aksi protes ini, mengatakan kepada Al Jazeera, ada 5.000 keluarga, termasuk petani yang akan terkena dampak pencaplokan tanah ini.
Dia menambahkan, protes ini sudah berlangsung 18 hari.
"Petani melakukan protes sejak isu pemberitahuan akuisisi tanah menyebar pada 2010. Mereka tidak mau melepaskan tanah mereka karena mereka menggunakannya untuk pertanian dan peternakan," kata Shekhawat.
"Pemerintah ingin menghancurkan mata pencaharian. Kami menentang langkah pemerintah," tambahnya.
Menurut laporan Indian Express, para petani itu menentang akuisisi tanah seluas 218 hektare untuk proyek perumahan. Mereka mengatakan kompensasi yang diberikan tidak seberapa.
"Permintaan kami adalah kompensasi dan akuisisi harus dilakukan sesuai dengan Undang-Undang Pembebasan Tanah yang baru," kata Shekhawat yang mengacu pada Undang-Undang yang memiliki ketentuan mensyaratkan persetujuan dari 80 persen penduduk sebuah daerah untuk diakuisisi.
Tanah adalah sumber daya alam langka di India yang berpenduduk 1,3 milyar jiwa. Pembangunan industri dan proyek pertambangan membuat milyaran orang mengungsi. Mayoritas dari mereka harus menunggu selama setahun agar bisa menerima kompensasi.
Pada 2015 langkah pemerintah yang dikuasai partai Perdana Menteri Narendra Modi yaitu Bharatiya Janata Party (BJP), ingin mengubah undang-undang akuisisi lahan ditentang dengan protes besar.
"Dalam pertemuan kami dengan Menteri Pembangunan Kota Shrichand Kriplani, kami menegaskan lagi posisi kami meminta dilakukan survei baru," kata Shekhawat.
Dia mengatakan sekitar 1.000 keluarga di 18 wilayah pemukiman akan kehilangan tempat tinggal.
Salah satu petani peserta demo berusia 90 tahun berbicara kepada NDTV bahwa keluarganya sudah tinggal di daerah itu sejak turun-temurun.
"Saya harus membawa delapan anak saya di sini, di lahan ini, dan saya memiliki 20 cucu. Jika kalian mengusir kami pergi dari tanah kami, ke mana kami akan pergi? Saya tidak mau uang itu, saya ingin tanah saya," kata Nanthi Bai.
Seorang anggota parlemen dari partai oposisi Kongres menuduh pemerintah pusat, yang dikuasai BJP, mengabaikan penderitaan warga.
"Ini perusahaan pemerintah, mereka bekerja untuk pemerintah. Mereka tidak peduli dengan petani," kata Sukhram Bishnoi, anggota parlemen Negara Bagian Rajasthan. (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya