Presiden Mesir bertemu Trump bahas bantuan dana militer
Merdeka.com - Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menemui Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington DC. Sisi meninggalkan Kairo kemarin untuk membahas mengenai bantuan dana militer dari AS.
Ini merupakan kunjungan kenegaraan pertama kali yang dilakukan Sisi usai terpilih jadi presiden pada 2014 lalu. Lewat pertemuan ini, kedua negara berupaya memperbarui hubungan setelah ketegangan menyangkut penumpasan lawan-lawannya.
"Trump ingin memanfaatkan kunjungan Presiden Sisi untuk kembali memulai hubungan bilateral AS-Mesir, serta membangun hubungan kuat yang diciptakan kedua presiden ketika bertemu untuk pertama kalinya di New York, tahun lalu," seru seorang pejabat senior Gedung Putih, dilansir dari Reuters, Minggu (2/4).
Mesir saat ini menjadi salah satu sekutu dekat AS di Timur Tengah. Negeri Piramida ini juga menerima bantuan militer dari AS senilai USD 1,3 miliar (setara Rp 17,3 triliun) per tahun. Tidak menutup kemungkinan kedatangannya itu untuk memastikan AS tetap mengucurkan dana pertahanan bagi Mesir.
Saat ini, negara tersebut tengah berjuang melawan kelompok pemberontak di Sinai. Ratusan tentara dan polisi Mesir kehilangan nyawa dalam pertempuran dengan kalangan pemberontak.
Di AS, selain bertemu Trump, Sisi juga akan bertemu dengan kepala Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional. Dia mengharapkan kunjungannya ini dapat membantu menaikkan lagi perekonomian negaranya yang sedang jatuh.
Mesir telah merundingkan bantuan miliaran dolar dari berbagai lembaga peminjam untuk membantu negaranya menghidupkan kembali perekonomian yang terpukul karena pergolakan politik sejak munculnya pemberontakan pada 2011.
Bantuan itu juga diharapkan dapat menangani keterbatasan dolar, yang telah melumpuhkan impor, membuat investor asing kabur serta menghambat pemulihan ekonomi Mesir.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya