Prabowo Tertarik Kerja Sama Rudal dan Radar dengan Swedia Usai Bertemu Dubes

Jumat, 22 November 2019 18:02 Reporter : Merdeka
Prabowo Tertarik Kerja Sama Rudal dan Radar dengan Swedia Usai Bertemu Dubes Prabowo Raker dengan Komisi I DPR. ©2019 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Duta besar RI untuk Swedia, Bagas Hapsoro kemarin bertemu dengan Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto di Jakarta.

Tujuan utama pertemuan untuk menjajaki peningkatan kerja sama sektor pertahanan RI-Swedia, antara lain dalam bidang pertahanan maritim; industri, teknologi, dan pendidikan pertahanan; terorisme; pasukan perdamaian; hingga kerja sama dan pelayanan kesehatan militer.

Indonesia dan Swedia telah menyepakati agar Memorandum Kesepahaman (MoU) tentang Kerja Sama Dalam Bidang Pertahanan yang telah ditandatangani kedua Menhan RI dan Swedia pada Desember 2016 segera dilaksanakan. Namun demikian supaya perjanjian tersebut dapat diimplementasikan, perlu diratifikasi oleh DPR-RI terlebih dahulu.

"Indonesia memerlukan pemenuhan kebutuhan persyaratan yang telah disepakati kedua belah pihak, yaitu adanya alih teknologi dan penggunaan bahan-bahan produk lokal. Swedia juga menjanjikan peluang job creation bagi Indonesia," ujar Bagas.

1 dari 1 halaman

Ingin Taruna Belajar ke Luar Negeri

Prabowo menyatakan bahwa untuk MoU, akan segera diselesaikan ratifikasinya. Ia juga menyatakan kekagumannya atas inovasi dan teknologi pertahanan Swedia.

"Saya tertarik dengan teknologi sistem pertahanannya, khususnya rudal dan radar," ujar Prabowo seperti dikutip dari pernyataan tertulis KBRI Stockholm yang diterima Liputan6.com, Kamis (21/11).

"Saya juga ingin seluruh taruna kita belajar ke luar negeri, agar pemahaman tentang pertahanannya meningkat, juga kemampuan bahasanya. Saya yakin tentara-tentara kita akan jauh lebih unggul dibanding negara lain," tambah Prabowo.

Kerjasama Pertahanan sebagaimana tertuang dalam MoU tahun 2016 juga memberikan kesempatan bagi RI untuk bisa melihat dan mempelajari kemajuan teknologi Swedia. Pemerintah Indonesia mengharapkan adanya migrasi teknologi dari Swedia ke Indonesia di masa mendatang.

Program ini merupakan bagian dari kerja sama yang mapan antara Swedia dan Indonesia yang bertujuan untuk memperkuat dan mengembangkan kerjasama dalam iptek, dan inovasi. Sasarannya adalah untuk meningkatkan ekosistem inovasi nasional di Indonesia.

"Tujuan dari MoU tersebut utamanya adalah untuk membagikan pengalaman (knowledge sharing) dan untuk bekerjasama yang lebih erat dalam teknologi canggih," tambah Dubes Bagas.

Pada kesempatan lain Bagas juga bertemu Wakil Asisten Perencanaan dan Anggaran Kasau Marsma TNI Elianto Suseti. Dalam pertemuan tersebut disoroti kerja sama dalam bidang pelayanan medis militer, rencana pengadaan alutsista, dan rencana kunjungan KSAU ke Swedia.

Reporter: Rizki Akbar Hasan

Sumber: Liputan6.com [pan]

Baca juga:
Jokowi Ingatkan Menhan Prabowo, Pengadaan Alutsista Jangan Hanya Sekadar Proyek
Jokowi Pesan ke Prabowo: Jangan Beli Alutsista dengan Teknologi Usang
Caleg Partai Gerindra yang Dipecat Doakan Prabowo Sehat dan Amanah jadi Menhan
Menhan Prabowo Terima Kunjungan Menhan Ghana Bahas Kerja Sama Pertahanan
Tommy Soeharto Ditinggal Prabowo: Itu Sudah Biasa di Dunia Politik
UU Kementerian Negara: Menteri Dilarang Rangkap Jabatan Ketum Parpol!

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini