Politik Malaysia Memanas, Anwar Ibrahim Mengaku Dikhianati Anggota Koalisi

Senin, 24 Februari 2020 19:09 Reporter : Pandasurya Wijaya
Politik Malaysia Memanas, Anwar Ibrahim Mengaku Dikhianati Anggota Koalisi Anwar Ibrahim . ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad hari ini mengajukan surat pengunduran diri kepada Raja Malaysia. Sehari sebelumnya Presiden Partai Keadilan Rakyat Malaysia (PKR) Anwar Ibrahim mengatakan dia dikhianati oleh anggota partai koalisi Pakatan Harapan (PH).

Pernyataan Anwar ini disampaikan setelah muncul spekulasi akan terbentuknya koalisi baru yang terdiri dari Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) pimpinan Mahathir Mohamad dan Organisasi Bangsa Melayu Bersatu (UMNO), Partai Islam Se-Malaysia (PAS) dan yang lainnya.

Dalam sesi siaran langsung di Facebook kemarin Anwar mengatakan meski tidak ada pernyataan resmi yang akan disampaikan namun dia diberi tahu bahwa pengkhianatan itu sudah terjadi.

Dia mengaku ada upaya untuk menggembosi PH supaya pemerintahan baru bisa terbentuk.

"Ini melibatkan bekas rekan dari Bersatu dan kelompok kecil dari PKR yang mengkhianati kami," ujar Anwar, seperti dilansir laman Channel News Asia, Senin (24/2).

"Mereka sudah bertemu Raja malam ini, tapi belum ada pengumuman disampaikan," kata dia.

1 dari 2 halaman

Pengkhianatan

Awalnya Anwar mengaku dia sangat terkejut dengan perkembangan yang terjadi. Menurut dia sudah terjadi pengkhianatan karena sebelumnya janji sudah ditetapkan.

"Kemungkinan akan ada yang berubah, dan akan terjadi segera. Mungkin besok. Meski belum ada pengumuman malam ini tapi dari informasi yang saya dapat memang sudah ada upaya itu."

Pada Minggu malam, ada pertemuan antara anggota parlemen dari kedua kubu politik yang bertentangan, termasuk Bersatu, UMNO, PAS dan faksi PKR yang dipimpin Azmin Ali di Hotel Sheraton di Petaling Jaya.

Gabungan Parti Sarawak, Parti Warisan, dan Asosiasi China Malaysia (MCA) juga hadir dalam pertemuan itu.

Tokoh politik yang datang dalam pertemuan itu termasuk Presiden Bersatu Muhyiddin Yassin, Azmin Ali, Presiden PAS Abdul Hadi Awang, Presiden UMNO Ahmad Zahid Hamidi, dan Presiden MCA Wee Ka Siong.

2 dari 2 halaman

Belum Menetapkan Waktu

waktu rev3

Menurut laporan harian the Star, lebih dari 130 anggota dewan juga hadir dalam pertemuan itu. Parlemen Malaysia saat ini terdiri dari 222 kursi.

Media lokal juga mengatakan sejumlah tokoh politik dan pimpinan enam partai sudah bertemu dengan raja di Istana Negara Minggu malam.

Pertemuan itu terjadi setelah rapat Dewan Presidensial PH pada Jumat lalu menyebut Mahathir mengatakan "belum ada waktu" yang ditetapkan untuk pergantian jabatan perdana menteri kepada penerusnya Anwar Ibrahim. Padahal dalam kesepakatan partai-partai dalam koalisi PH ketika memenangkan pemilu Mei 2018 lalu ditetapkan pengganti Mahathir adalah Anwar Ibrahim.

Ketika ditanya apakah Anwar akan jadi perdana menteri penggantinya, Mahathir mengatakan: "Isu itu tidak diangkat. Posisi saya adalah untuk mengambil keputusan setelah APEC." KTT APEC rencananya digelar November mendatang.

Awal bulan ini Mahathir membantah spekulasi yang menyebut dia akan menjadi perdana menteri hingga habis masa jabatannya.

Dia mengatakan sudah berjanji akan menyerahkan jabatannya usai APEC. Mahathir menegaskan dia akan menghormati kesepakatan untuk menyerahkan jabatan perdana menteri kepada Anwar Ibrahim namun belum menetapkan kapan waktunya. [pan]

Baca juga:
Mahathir Mohammad Mundur, Politik Malaysia Terombang-ambing Dalam Ketidakjelasan
PM Malaysia Mahathir Mohamad Mengundurkan Diri
Kisah George Town Penang dan Muralnya yang Jadi Buruan Pelancong Dunia
Wakil Perdana Menteri Malaysia Sampaikan Dukacita Atas Meninggalnya Ashraf Sinclair
WWF: Malaysia Negara Pembuang Sampah Plastik ke Lautan Terbanyak di Asia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini