Polisi Italia tahan aktivis Uighur saat hendak gelar jumpa pers
Merdeka.com - Polisi Italia menyatakan menangkap seorang petinggi organisasi orang Uighur, ketika dalam perjalanan menuju gedung parlemen buat memberikan jumpa pers soal kondisi para sejawatnya di China. Kabarnya, penangkapan itu atas permintaan pemerintah China.
Dilansir dari laman RFA, Kamis (27/7), orang yang ditangkap itu adalah Sekretaris Jenderal Kongres Uighur Dunia, Dolkun Isa. Organisasinya berpusat di Munich, Jerman. Dia mulanya dijadwalkan memberikan paparan soal penindasan dilakukan pemerintah China terhadap etnis muslim Uighur di Provinsi Xinjiang, di gedung parlemen Italia di Ibu Kota Roma. Pada pukul 11.45 waktu setempat, Isa yang sedang berjalan dengan beberapa warga Uighur dicegat oleh sekitar 15 hingga 20 orang anggota Operasi Spesial Divisi Penyelidikan Umum Kepolisian Italia (DIGOS) berpakaian bebas. Mereka beralasan meminta Dolkun dan rombongannya ikut buat pemeriksaan identitas.
Isa saat itu berkeras dia harus menjadi pembicara dalam jumpa pers digelar sore hari di gedung senat. Acara itu diselenggarakan oleh Organisasi Bangsa dan Rakyat Tanpa Perwakilan (UNPO) dan Partai Radikal Antikekerasan Italia, serta dipandu Senator Luigi Compagna. Namun, polisi tidak mempedulikan alasan Isa, dan mereka langsung dimasukkan ke dalam mobil lantas dibawa ke kantor polisi terdekat.
Saat dalam perjalanan, Isa yang merupakan warga Jerman mengontak pemerintah Jerman dan kuasa hukumnya tentang penangkapan itu. Setelah sampai, anggota DIGOS memeriksa kartu identitas Isa, mengambil foto dan sidik jari. Alasannya buat dimasukkan ke dalam data Interpol. Mereka kemudian membebaskan Isa pada pukul 15.00 waktu setempat.
Ketika Isa bertanya alasan penahanan sementaranya, DIGOS menyatakan hal itu adalah permintaan China. Beberapa tahun lalu Isa juga pernah menjadi target Interpol tanpa alasan jelas. Namun, permintaan itu ditolak pemerintah Jerman karena menganggap hal itu bermotif politis. Menurut dia, pemerintah China selalu keberatan dengan aktivitas politik orang Uighur yang hidup di luar negeri.
Apalagi, pada November tahun lalu, Wakil Menteri Keamanan Dalam Negeri China, Meng Hongwei, terpilih menjadi presiden Interpol. Diduga, pemerintah China sengaja menggunakan Interpol buat memburu orang Uighur dikenal vokal di luar negeri.
"China tidak bisa membungkam saya atau aktivisme saya soal hak asasi yang damai, terutama menyuarakan penderitaan panjang warga Uighur di timur Turkestan," kata Isa.
Isa mengaku diperlakukan secara baik saat ditahan oleh DIGOS. Dia juga berterima kasih terhadap UNPO, Partai Radikal Antikekerasan Italia, dan Senator Luigi Compagna yang sudah membantu dan memberi perhatian. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya