Polisi India geledah kantor AirAsia di New Delhi, usut dugaan suap bos Tony Fernandes
Merdeka.com - Polisi India kemarin menggelar penyelidikan terhadap perusahaan maskapai penerbangan AirAsia, CEO AirAsia Tony Fernandes asal Malaysia, dan seluruh entitas AirAsia India atas dugaan suap dalam memperoleh izin operasi.
Biro Penyelidik Pusat India (CBI) menuding ada sejumlah pegawai AirAsia dan pihak ketiga yang melanggar aturan investasi asing untuk mendapatkan lisensi operasi dan dugaan suap kepada pejabat India supaya memberi kelonggaran aturan supaya AirAsia India bisa melakukan penerbangan internasional.
Kantor berita Reuters melaporkan, Rabu (30/5), AirAsia India dalam pernyataannya membantah semua tuduhan pelanggaran dan tengah bekerja sama dengan aparat penegak hukum serta lembaga hukum dalam mengusut kasus dugaan suap ini.
Sejumlah laporan menyebutkan uang suap itu dibayarkan melalui sebuah kontrak dengan perusahaan asal Singapura.
Dalam surat tuntutannya, CBI mengatakan, AirAsia, Fernandes dan yang lainnya 'memilih untuk mengabaikan aturan dan kebijakan sektor penerbangan di India' dan melobi pejabat pemerintah 'untuk mengamankan izin, sebagian diperoleh dengan cara-cara tidak transparan'.
Maskapai asal Malaysia AirAsia meluncurkan penerbangan domestik di India pada 2014 bekerja sama dengan perusahaan rekanan lokal Tata Sons.
Pada saat itu aturan penerbangan di India menetapkan AirAsia diizinkan beroperasi secara domestik dalam waktu lima tahun dan memiliki 20 pesawat sebelum diizinkan mengudara di rute internasional.
Pada 2017 India melonggarkan aturan itu dengan menghapus klausul keharusan lima tahun tadi.
Menurut surat tuntutan CBI, Fernandes ingin AirAsia mengudara secara internasional sejak awal.
CBI menuduh uang suap dibayarkan kepada pejabat pemerintah untuk mengamankan izin penerbangan rute internasional.
Juru bicara CBI mengatakan petugas tengah menggeledah kantor AirAsia, termasuk di New Delhi dan Mumbai.
Fernandes juga kini tengah diperiksa di Malaysia karena kasus pembatalan 120 penerbangan AirAsia pada masa pemilu awal bulan ini.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya